Januari 30, 2017

BHINNEKA TUNGGAL IKA TAN HANA DHARMA MANGRWA, TUNGGA DEWA

BERANEKA RAGAM (kegiatan dan aktifitas, kebiasaan, kebudayaan, adat-istiadat, kepercayaan, (keyakinan dan keberagamaan) YANG MANUNGGAL (sejati) ITU, (adalah) TIADA (dalam) KETELADANAN – Aktifitas, kebenaran, kebaikan dan keadilan dalam pemikiran, watak, sifat, karakter dan perbuatan, serta perilaku- YANG MERUSAK DAN MELENCENG, (itulah) KEMULIAAN MALAKAH ILAHIYAH RUBBUBIYAH RABBANIYAH. KESATUAN dan PERSATUAN serta PENYATUAN, KEKELUARGAAN menuju terwujudnya KEMERDEKAAN YANG SEJATI MURNI, MERDEKA LAHIR DAN MERDEKA BATIN. 

Berbagai ragam (pengalaman lahir dan batin) menuju KebenaranNya, menuju KeadilanNya, menuju Al-Haq-Nya dalam semua aktifitas kegiatan seseorang, adalah Perwujudan al-Haq min robbika, Kebenaran dan keadilan milik Tuhan, hak Tuhan, wilayah Tuhan pada perwujudan dalam semua aktifitas kegiatan sehari-harinya memproses diri mendekat-mengenali KeberadaanNya sampai kesadaran “manunggal” kepada Tuhan YME, realisasi diatas  kesadaran “laa haula wala quwwata illa billah”, tidak ada daya dan kekuatan kecuali Daya dan Kekuatan hanya dengan Allah; “kesadaran atas pencerahan dalam ketiadaan aku dengan tenggelam dalam Sang Aku”; “muksa wujud ing dalem Wujud  kang Sejatining Wujud” ;”tinggalah di dalam Aku, dan Aku tinggal di dalam kamu, sebab di luar Aku, kamu tidak bisa apa-apa”, Itu semua adalah perwujudan pencerahan tajalli Diri Tuhan dalam ketiadaan wujud akunya nafsu.

Itulah sesungguhnya ekstensi. “SIAPA MENGENALI “HAKEKAT JATI DIRI ‘MANUSIANYA’ MAKA, MENGENALI TUHANNYA. MAKA, MENGENALI BODHOHNYA MAKA, MENGETAHUI DAN MENYADARI RUSAK-FANANYA JASAD DAN DUNIA SEISINYA. MAKA KESUNGGUHAN MENJALANKAN AD-DIIN SEBAGAI DINULLAH DALAM DIINUL KHALISH; DIINUL HAQ; DIINUL QAYYIM.

ITULAH, menuju PENCERAHAN dalam KEBENARAN MEMANUSIAKAN SEUTUHNYA, TERWUJUDNYA KEMERDEKAAN LAHIR DAN KEMERDEKAAN BATIN, adalah, kesadaran atas penciptaan diri “ASAL” ‘MULA MULANE MULANIRA’ dan kembali kepada ‘MULA MULANE MULANIRA’ “ONO”, dan tidak merusak “ASAL” MULA MULANE MULANIRO “ONO”.

Kebenaran dan keadilan adalah milik Tuhan, hak Tuhan, wilayah Tuhan. KEBENARAN adalah AL-HAQ MIN ROBBIKA dan tidak akan bergeser sedikitpun oleh kalimat dan uraian hasil pemikiran dan perbuatan, KEBENARAN TETAPLAH KEBENARAN tidak akan pernah sama sekali berubah menjadi apapun, dibela atau di dukung, dimusuhi atau dibenci. Kebenaran tidak akan pernah tergerus oleh waktu, oleh keadaaan, oleh kondisi dan situasi apapun, sekalipun oleh perubahan dan pergantian zaman tidak akan pernah berubah dan tergerus oleh apapun

 

Ttd
Mohammad Dzoharul Arifin Alfaqiri.