November 29, 2020

Petelur Ayam Binaan Kiai Tanjung Terus Berkembang

238 views

Magetan – Untuk meningkatkan kesejahteraan binaannya, Bapak Kiai Tanjung selaku Pimpinan, Pengasuh, dan Pangemong Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa melakukan pendampingan dan kunjungan rutin.

Manfaat itu telah dirasakan oleh Syahroni Nur Arifin salah satu binaan yang masih terbilang muda, yang mana merupakan alumni Pomosda. Tergabung dalam cluster unggas binaan Kiai Tanjung di Dusun Gulun, RT 09, RW 03, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Peranan dari generasi milenial sangat berpengaruh pada keberlanjutan populasi peternak, terutama di sektor perunggasan.

Dari ketekunan dan kreativitas dalam bekerja para muda milenial, berdampak positif terhadap perkembangan usaha peternakan.

Bapak Kiai Tanjung saat sambutan memaparkan bahwa amal dapat dikatakan beribadah dan berkaitan dengan syukur

“Amal itu beribadah, amal itu bekerja. Syukur akan memberikan kemudahan kita untuk kehidupan berdunia. Syukur berkaitan erat dengan telinga, mata, otak, dan hati. Orang yang bersyukur akan terbuka dan lapang dada sehingga jika diberikan masukan akan mudah menerima,”

Beliau juga menuturkan bahwa orang yang beribadah adalah orang yang pandai mengembangkan potensi yang dimilikinya,

“Orang yang beribadah yaitu orang yang bisa memberdayakan diri dan mengembangkan potensi yang ada atau yang di berikan Tuhan pada kita. Jadilah manusia yang pandai menata, dan komunikatif. Jangan menjadi perusak”tuturnya, Senin (23/11/2020).

Ada banyak jenis ayam yang bisa diproduksi untuk ayam petelur. Jenis ayam yang dipilih Roni sendiri adalah Lohman Brown. Keunggulan ayam ini berada pada konsistensi hasil telurnya. Menurutnya, dalam sehari, pengambilan telur bisa mecapai 45-50kg.

Disisi lain Syahroni Nur Arifin atau yang akrab di sapa dengan Roni menceritakan bagaimana dirinya memilih usaha ayam petelur
“Jadi gini, mbak, kampung sebelah merupakan sentra ayam petelur. Melihat gerak dan potensi mereka saya jadi tertarik dan belajar. Dan dari situlah saya ingin mencoba. Saya memilih usaha ternak ayam petelur ini karena lahan yang kami miliki luas, tetapi jenis tanahnya kurang baik. Maka saya pun berinisiatif untuk menggunakannya dengan membuat kandang ayam.

Pertama dulu, saya buat kandang dengan kapasitas 800 ayam. Terus sekarang, alhamdulillah, berkembang dan bertambah menjadi kapasitas kandang 1600 ekor ayam,”.

Roni dengan antusias dan telaten menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih telur ayam agar mendapatkan telur yang bagus.

“Untuk memilih kualitas telur yang baik bisa dilihat dari kondisi fisik, yaitu dari warna telur yang coklat pekat. Biasanya 16 bulan ke atas warna memudar dan bisa berubah menjadi putih.
Tetapi, kalau punya saya warna telur masih tetap sama meskipun 32 bulan. Itu semua karena saya memperhatikan perawatan dan kebersihan kandang. Selain itu, untuk makanan ayamnya saya campur dengan pupuk organik Manutta agar kualitas telur mengandung omega 9, ” tandasnya.[MD]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *