November 19, 2020

Ngaji Tani untuk Mengembalikan Warisan Pola Pertanian Alamiah

34 views

Trenggalek – Dalam kondisi serba tidak pasti saat ini dibutuhkan kepedulian untuk bangkit dari keterpurukan vertikal maupun horisontal. Sebagai bentuk nyata dari kepedulian tersebut, pimpinan, pengasuh dan pangemong Pondok Modern Sumber Daya At-taqwa, rutin mengadakan agenda Ngaji Tani ke beberapa wilayah.

Hal tersebut dilakukan untuk meninjau langsung lahan pertanian warga jamaah, yang terjadwal dalam program “Kiai Tanjung : Kita Peduli”.

Program kegiatan Kiai Tanjung : Kita Peduli kali ini dilaksanakan di Gondang, Wonoanti, Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada hari Minggu, 15 November 2020.

Dalam sambutannya, KH. Muhammad Dzoharul Arifin Alfaqiri atau yang akrab disapa dengan Kiai Tanjung selaku Pimpinan, Pengasuh dan Pangemong Pomosda mengatakan bahwa kita selaku umat sudah seharusnya menjaga apa yang telah di wariskan dan diwasiatkan oleh para pendahulu,

“Mari membangun kebersamaan, dan menjaga serta memakmurkan bumi Allah. Juga mewujudkan sesuatu yang sudah di wasiatkan kepada umatnya,” ungkapnya.

Menyikapi hal tersebut, kemandirian pangan dan obat keluarga menjadi pilihan logis yang secara terstruktur dan sistemik bisa dilakukan oleh masing-masing diri. Dengan program tanaman sela yang telah berjalan lebih dari sewindu, dan berlanjut dengan program ‘Pertanian Cangking’, masyarakat didorong untuk memaksimalkan potensi diri, waktu, dan juga lahan kosong di sekitar rumah. Sebab ciri khas negeri yang dilimpahi keberkahan ilahiah adalah tidak adanya lahan kosong atau menganggur sementara masyarakatnya mayoritas justru menganggur.

Kenyataan bahwa lahan kosong yang dibiarkan menganggur sedemikian luas. Bahkan, kerusakan tanah sangat signifikan dan terus bertambah.

Salah satu solusi adalah kembali pada nilai luhur yang telah diwariskan para leluhur kita. Yaitu penggunaan bahan alami, juga pupuk organik sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan. Penggunaan pupuk kimia sintetis yang terlanjur semarak di kalangan petani seyogyanya mulai menggunakan pola berimbang.

Untuk pupuk organik sendiri, santri Pomosda sudah memiliki produk Manutta Gold, yang dapat menjadi alternatif agar ekosistem dalam tanah terjaga.

Dalam kegiatan Ngaji Tani kali ini menggelar empat sesi acara. Yakni penyampaian materi utama Ngaji Tani, kunjungan ke kebun kacang tanah dalam rangka panen, peresmian Angkringan Japo Mbah Karjan dan meninjau langsung lahan polo pendem di gunung Urak-arik Wilis.

Turut hadir dalam acara Babinkamtibmas, perwakilan dari Kelompok Tani daerah sekitar, serta undangan sekitar 80 orang.

Kiai Tanjung juga menegaskan bahwa membangun mindset di kalangan masyarakat sangat penting untuk membentuk kebersamaan,

“Bagaimana bisa maju bila melalui pikiran, perlakuan, yang dapat membentuk suatu kebersamaan, dengan tujuan ibadah tidak disertai dengan kesadaran untuk saling mengerti dan berkepedulian?
Sehingga setiap tindakan tidak disertai pertimbangan logika rasa yang pada akhirnya menggerakkan nalar dan pemikiran. Pola pikir kita telah dibentuk sedemikian rupa untuk jauh dari kondisi sehat dan amanah serta berkeadilan. Membangun kembali mindset diharapkan membentuk kembali pemahaman serta kesadaran setiap umat,” tandas Kiai Tanjung. Sebuah pernyataan yang mengusik rasa kesadaran kita sebagai warga sebuah negeri yang memiliki budaya adiluhung. [ ]

Sumber : http://pomosda.id/berita/read/ngaji-tani-untuk-mengembalikan-warisan-pola-pertanian-alamiah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *