Oktober 31, 2020

Ekspansi Produk Pomosda Dalam Misi Dagang Jatim 2020 di NTT

37 views

Pomosda.id, NTT – Sebagai upaya membangun perekonomian nasional Pemprov Jawa Timur melakukan ekspansi Misi Dagang ke Provinsi Nusa Tenggara Timur. Misi Dagang tersebut bertujuan mempertemukan buyer dan seller antar daerah dalam memasarkan produk unggulan dari UMKM masing-masing daerah.

Kegiatan diselenggarakan di Palacio Grand Ballroom Aston Hotel Kota Kupang, NTT. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak hadir mewakili Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jawa Timur.

Melansir dari KlikJatim.com, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak yang memimpin misi dagang menjelaskan bahwa nilai transaksi itu berasal dari transaksi penjualan sebanyak 39 transaksi atau setara Rp 140.758.700.000. Sedangkan transaksi beli sekitar 25 transaksi atau setara Rp 71.457.000.000.

Emil mengatakan beberapa komoditi yang menjadi primadona adalah beras, besi, bibit bawang merah, cengkeh dan pupuk organik. Sedangkan langkah misi dagang ini, imbuh Emil, tidak menekankan pada trading saja, namun pada pola pengayaan investasi. “Jadi tadi kami sampaikan bahwa polanya bukan hanya trade tapi invesment and trade,” ujar Emil di Palacio Grand Ballroom Aston Hotel Kota Kupang, NTT, Senin (26/10/2020).

Melalui OPOP (One Pesantren One Product) bersama Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur merekomendasikan Pondok Pesantren Pomosda ikut serta dalam Misi Dagang ke Nusa Tenggara Timur untuk memasarkan produk unggulannya berupa Coklat Kelor dan Akar Tanjung.

Dicky Sulaeman menjadi delegasi Pomosda untuk mengikuti Misi Dagang Jatim 2020. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu kesempatan membuka pasar nasional untuk memasarkan produk-produk hasil karya santri Pomosda.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mengekspansi produk hasil karya santri ke seluruh negeri. Dan mengenalkan kepada seller / pelanggan bahwa kita berasal dari pondok pesantren yang bergerak pada kemandirian melalui program santripreneur, pesantrenpreneur dan sosiopreneur yang diusung oleh Bapak Kiai Tanjung. Namun tidak meninggalkan identitas kepondok-pesantrenan, ngaji kitab kuning dan lain sebagainya,” ungkapnya.

“Untuk Misi Dagang di Nusa Tenggara Timur kita sudah bertemu beberapa buyer yang ingin bekerjasama. Tinggal tindak lanjut dan kemufakatan,” imbuhnya.

Dicky juga menjelaskan bahwa sasaran pemasaran produk-produk Pomosda tidak hanya dalam negeri, namun juga ekspor keluar negeri. “Alhamdulillah atas arahan dari Bapak Kiai Tanjung untuk produk Socolat dan Akar Tanjung, kita sudah ekspor di beberapa negara seperti Brunei Darussalam, Hongkong, Taiwan, Singapura, Malaysia, Afrika Selatan, Jerman dan Inggris,” pungkasnya.(Fm/Un)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *