April 28, 2017

TEKNIK BUDIDAYA KAMBING JAWA UNTUK PROGRAM OPTIMALISASI LAHAN SELA DI LINGKUNGAN KELUARGA GUNA KEMANDIRIAN PANGAN

Kambing adalah salah satu hewan pemamah biak, yang banyak dipelihara oleh masyarakat Indonesia. Ternak kambing  jawa merupakan salah satu mata pencaharian pokok bagi sebagian masyarakat, hal ini disebabkan karena permintaan pasar akan daging kambing terus meningat dari tahun ke tahun.

Ternak kambing jawa tidaklah terlalu sulit dibandingkan dengan berternak jenis hewan pedaging lainnya seperti sapi, kerbau maupun ayam pedaging. Pemeliharan juga mudah, sebab kambing jawa terbilang hewan pemakan rerumputan atau daun-daunan.

  1. Pemilihan Bibit Unggul Kambing

    Pejantan

    Kondisi dari tubuhnya adalah sehat, mampu tumbuh dengan besar sesuai dengan usia, bulunya terlihat bersih serta mengkilap, ukuran dari badannya adalah panjang, kakinya lurus, penampilannya gagah, tidak ditemukan cacat fisik, rumitnya tinggi, aktif serta mempunyai nafsu kawin yang tinggi, mudah ereksi, dan buah zakarnya normal.

    Betina

    Kondisi pada tubuhnya terlihat sehat, bulunya bersih dan juga mengkilap, badannya tidak terlalu gemuk, tidak ditemukan cacat fisik, alat kelaminnya normal, mampu mengasuh anak dengan baik, buah susunya normal (halus serta kenyal).

  2. Masa Perkawinan

    Kambing telah menginjak masa dewasa yaitu pada saat berusia 6-8 bulan dimana ditandai dengan mulai munculnya rasa birahi.

    Jumlah usianya anda bisa mengetahuinya dengan cara melihat catatan kelahiran atau dilihat dari giginya. Kambing betina yang telah siap untuk dikawinkan pada usia 10-12 bulan sedangkan pada kambing jantan yaitu pada usia lebih dari 1 tahun.

    Ciri-ciri kambing betina yang mulai meminta kawin akan terlihat jika gelisah, terjadi pembengkakan pada alat kelamin luar (alat kelamin menjadi basah, berwarna kemerahan serta hangat), bagian ekornya seringkali digerak-gerakkan, nafsu makan berkurang, terlihat hanya diam saja apabila dinaiki pejantan.

    Pada umumnya kondisi tersebut terjadi sekitar 30 jam serta mempunyai siklus minta kawin kurang lebih 17 hari.

    Masukkan kambing jawa jantan serta kambing betina di dalam kandang yang sama untuk kawin. Sebaiknya hal ini dilakukan 12 jam setelah tanda kambing betina mulai birahi, tujuannya adalah agar proses kawin lebih mudah serta dapat mengurangi resiko kegagalan kawin pada kambing.

    Tempatkan kambing jantan dan betina kedalam satu kandang dan juga hindari perkawinan sedarah agar supaya bertujuan untuk mengurangi resiko cacat genetik.

    Pada saat kambing betina mulai bunting, hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu pastikan ternak kambing jawa tersebut mendapatkan asupan pakan yang cukup. Agar anakan yang dihasilkan juga berkualitas. Tingkatkan penggunaan konsentrat 2 kali lipat lebih banyak, dibanding biasanya.

    Ciri-ciri dari ternak kambing jawa betina yang hendak melahirkan adalah :

  • Kaki kambing sering digarukkan ke tanah dan terlihat gelisah
  • Pinggul kambing betina terlihat mengendur
  • Nasu makan kambing menurun serta sering mengembik

Terjadi pembengkakan alat kelamin, serta mengeluarkan cairan kolostrum

  1. Masa Kelahiran

    Kambing yang akan melahirkan mempunyai tanda-tanda seperti tampak gelisah, kakinya selalu menggaruk-garuk ke tanah, pinggul kambing mulai mengendur, mengembik, ukuran kambing yang sangat besar serta jika dipencet mengeluarkan cairan susu atau disebut juga kolostrum, nafsu makannya turun dan juga alat kelaminnya membengkak

 

  1. Perawatan Anak Kambing

    Setelah anak kambing keluar dari perut kambing betina, tahap selanjutnya dari ternak kambing jawa adalah proses merawat anak kambing yang baru saja dilahirkan tersebut. Dekatkan anak kambing pada induknya agar mau menyusui,  namun terkadang pada kambing yang setelah melahirkan kurang perhatian terhadap anak yang baru dilahirkan. Dekatkanlah indukan ke anaknya agar supaya mau menyusui, jika tidak mau menyusui Anda bisa membuatkan susu buatan.

    Untuk membuatkan susu buatan pada anak kambing dapat dibuat dengan bahan susu putih, gula pasir, serta satu butir telur, ketiga bahan tersebut dicampurkan dalam gelas yang sudah berisi air masak. Susu buatan tersebut diberikan kepada anak kambing setiap pagi dan sore hingga anak kambing mau menyusui indukannya sendiri.

    Biasanya anak kambing menyusui berlangsung selama 2 hingga 3 bulan, namun jika anak kambing tidak dipaksa untuk disapih, maka anak kambing dapat menyusui indukannya bahkan sampai menginjak usia 5 hingga 6 bulan.

    Kambing yang menyusui sekitar 2,5 – 3 bulan, pada model peternakan tradisional mampu mencapai 5-6 bulan

  2. Pendugaan Usia Kambing

    Usia kambing dapat diperkirakan dari  jumlah giginya yang tumbuh :

    1. keseluruhan giginya belum permanen (kurang dari 1 tahun)
    2. 1 pasang gigi permanen (1-2 tahun)
    3. 2 pasang gigi permanen (2-3 tahun)
    4. 3 pasang gigi permanen (3-4 tahun)
    5. keseluruhan gigi permanen (4-5 tahun)

  3. Pemberian Makan

    Secara umumnya makanan untuk kambing dibagi menjadi dua jenis yaitu makanan hijauan dan konsentrat.

    Makanan hijauan yaitu makanan yang berasal dari alam yang berupa rerumputan, rumput yang sengaja dibudidayakan dan juga  daun dari kacang-kacangan. Makanan konsentrat yaitu makanan yang berasal dari dedak padi atau bekatul.

    Rumput menjadi sumber energi bagi kambing, jenis rumput yang biasanya diberikan adalah rerumputan alam atau rumput lapangan.

    Jenis-jenis rumput yang sengaja dibudidayakan untuk pakan kambing ialah rumput setaria, clitoria ternatea, serta brachiaria. Sisa hasil pertanian dapat menjadi alternatif pengganti pakan hijauan yaitu dedak padi, daun pepaya, kulit serta daun singkong, batang kangkung, jerami padi dan juga daun jagung.

    Selain itu pakan kambing yang dapat menjadi sumber protein untuk pertumbuhan antara lain daun kacang panjang, daun kedelai, daun lamtoro, daun kacang tanah, daun gamal, daun turi, serta daun kaliandra.

  4. Perawatan kandang kambing

    Usahakan kandang kambing menghadap ke arah timur agar memenuhi syarat kesehatan hewan ternak. Bahan pembuat kandang haruslah yang kuat, murah serta mudah didapatkan.

    Sebaiknya kandang dibuat panggung serta mempunyai atap dan juga dilengkapi tempat makan dan minum. Berikan ventilasi pada dinding kandang guna mempermudah sirkulasi udara.

    Ukuran kandang kambing yang ideal :

    1. Untuk Anak adalah 1 x 1,2 m  untuk 2 ekor (lepas sapih)
    2. Jantan dewasa adalah 1,2 x 1,2 m / ekor
    3. Betina dewasa adalah 1 x 1,2 m / ekor
    4. Indukan dan anak adalah 1,5 x 1,5 m / induk ditambah 2 anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *