Februari 9, 2017

Pelaporan Mujahadah dan Pengkajian An-Nubuwah @ SIER Surabaya

Oleh TIM gabungan

Awal perencanaan kegiatan 4 Pebruari 2017.

2 bulan sebelum pelaksanaan telah dilakukan “survey” tempat, untuk mencari yang paling representatif, dan kemudian disepakati, tempat pelaksaan Mujahadah dan kajian Annubuwah diletakkan di Masjid SIER dengan pertimbangan sebagai berikut:
– Letaknya strategis mudah terjangkau
– Berlokasi di rungkut arah tol Juanda
– Bangunan Masjid berada dalam wilayah perindustrian dan agak jauh dari rumah penduduk
– Takmir masjid mendukung untuk penyelenggaraan kegiatan

Kegiatan yang telah dilakukan:
– Peletakan polibag dan vertikultur (realisasi program peduli makmurkan bumi Allah)
– Penaburan benih ikan di danau SIER (2000 benih)
– Sholat maghrib berjamaah; sholat isya’ berjamaah
– ISHOMA
– Pengkajian AnNubuwah
– Sholat malam dan Puji Wali Kutub serta Shalat Shubuh
– Berpamitan

Rencana jamaah dan undangan yang hadir: Undangan disebarkan jamaah kepada saudara dan teman-teman jamaah yang sekiranya akan merespon bersedia hadir (ditandai suka mendengarkan pengajian, sikap dan perilaku serta berkarakter terbuka, tidak kaku, jumud dan beku) sebagai berikut:
– Dari jamaah cabang, ranting dan koja yang terjangkau
– Masyarakat umum undangan disebarkan jamaah atas koneksi saudara dan pertemanan.
– Undangan dari unsur elemen pemerintah.
Kehadiran sekitar 750 orang baik dari jamaah dan non jamaah. Kehadiran non jamaah sekitar 60 personel.

Tingkat keamanan: sangat kondusif bahkan, dari TNI;  POLRI berkontribusi cukup signifikan. TNI reguler; Tim BAIS Jawa Timur; dari BIN, dari intelegent semua bergabung di pengkajian AnNubuwah. KAPOLDA mewakilkan bagian bimas; PANGDAM mewakilkan As-Pri; dari BAIS dan BIN seluruh anggota tim Jawa Timur merapat termasuk Komandan Tim Bais.
Informasi yang dihimpun dari tim pengkajian AnNubuwah Cabang Surabaya respon, respek dan tingkat ketanggapannya sangat baik dengan beberapa lontaran pikukuh dari mereka dan beliau-beliau.

Yang perlu ditindak lanjuti labih adalah dari jamaah yang telah mengundang “koneksi” pertemanan sebab sebagian dari mereka mengikuti kegiatan sampai selesai sholat subuh.
Undangan dari Pak Arifin Gayam Kediri.
Dari pihak Pusat ataupun pihak surabaya akan menindaklanjuti crosschek kepada jamaah yang telah mengundang dan kehadirannya mereka dengan maksud antisipasi:
– Respon positip atau respon negatif atau ‘diam’
– Jika respon positip dalam menanggapi keberadaan An-Nubuwah maka akan direspon positip
– Jika merespon negatif maka, perlu antisipasinya dengan melakukan pendekatan persuasif antisipatif.
– Dan jika tidak ada respon maka adalah hal yang lumrah dan biasa kemabali kepada karakter asal.

SEDANG RESPON JAMAAH TERHADAP KEGIATAN DI SIER KAWASAN INDUSTRI adalah luar biasa:
Ditandai telah melakukan persiapan sejak awal, satu setengah bulan sebelum kegiatan telah melakukan “kegiatan-kegitan”
– Persiapan lokasi
– Mewujudkan program “peduli Operasional” dengan gotong royong membangun guyub rukun kebersamaan sebagai keluarga (cabang caruban; takeran; ngawi; kendal)
– Dan masalah “perdapuran” diangkat bareng dengan cabang-cabang lain (Kediri; caruban; kendal; takeran) dan dari pusat.

Perihal pembiayaan: diangkat oleh cabang surabaya dengan cara bersama dengan besaran setingkat mampunya masing-masing dan dengan keterbatasan yang melingkupi warga jamaah.


Dengan “Isi Kajian” sebagai berikut:

KESADARAN PENGHAMBAAN DENGAN PERILAKU BERSOSIAL BERMASYARAKAT DAN PEMBERDAYAAN DIRI MENUJU TERWUJUDNYA MERDEKA SEJATI

قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٦٢

# NIAT; # TEKAD; # AKSI

Niat adalah hal yang mendasar dan menentukan “hasil” menentukan apa dan bagaimananya apakah yang didengar akan membekas sebagai “sesuatu” yang bernilai atau hambar dan hampa atau bahkan skeptis pasif.
Ditangkap sebagai “hal” baru dan akan menjadi bergerak terdorong maju lebih mendalami dan menyelami adalah tergantung dari niat yang menyertai sang pendengar.
Ditangkap sebagai tambahan wawasan dan wacana berhenti pada wilayah kognisi sebagai tambahan wawasan yang bermanfaat. Sehingga tidak berpengaruh terhadap karakter sifat dan watak.
Diterima menjadi hikmah atau wawasan atau wacana atau ditangkap sambil lalu tidak berefek apapun adalah sangat tergantung dari niat yang menyertainya bahkan, menjadi internalisasi atau eksternalisasinya dipengaruhi dari niat yang ditetapkan didalam hati.
Jika niatannya adalah hijrah kepada Allah dan UtusanNya maka hasilnya akan berbuah hikmah dan internalisasinya. Hijrah kepada Allah berarti yang ditetapkan didalam hati adalah keberadaan Diri Dzatullah Yang Al-Ghayb yang Allah NamaNya ditetapkan didalam rasa hati nuraninya maka, akan berada didalam wilayah kesadaran “hamba” dan akan melakukan praktek-praktek penghambaan. Maka akan memungkinkan untuk memproses kebahagian dan ketentraman serta kemerdekaan sejati murni. Dan hikmahnya akan dalam wilayah kesadaran hikmah.
Sadar “nyata” tidak bisa apa-apa dan tidak ada apa-apanya jika tanpa dengan Keberadaan “DIA” Yang Mutlak KeberadaanNya dan Mutlak wujudNya.
Hijrah kepada utusanNya berarti kesadaran “dhawuh” dari al-Amri minkum. Penempatan apapun sebagai siapapun dan untuk apapun utamanya yang didengar yang disimak yang dilihat yang dibaca dalam proses semua itu menjadi “pengkajian AnNubuwah” menjadi anugerah; menjadi pengingat, menjadi pepiling, menjadi obor yang menerangi hidup dan kehidupannya; menjadi terang; menjadi pengalaman batin (eksperience) dan merasakan keindahan dan kenikmatan mendzikiri Keberadaan Diri Dzat Yang Al-Ghayb Yang Allah AsmaNya dan tidak akan berhenti pada wilayah retorikan superfisial kulit semata.
DAN NIAT YANG BENAR DAN DIBENARKAN AKAN ‘MENDOBRAK KEJAHILIYAHAN DAN KEBODOHAN PENGHAMBAAN.
DAN SETERUSNYA-DAN SETERUSNYA….. SAMPAI AKHIR.


Dan pada akhirnya manakala “pelaporan kegiatan kajian AnNubuwah dan Mujahadah di Masjid SIER ini masih banyak kekurangan dan kelemahan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Sesuai dengan petunjuk Guru kita, semoga kita selalu memperoleh berberan, berkah sawab dan pangsestu Guru Wasithah dengan membangun bebarengan, kebersamaan, kekeluargaan sebagai keluarga lahir dan keluarga batin, keluarga dunia dan keluarga akherat semoga selalu dalam ridha, rahmat, fadhilah dan meghfirahNya… Aamiin.
Dan sekali lagi semoga kita semua mendapatkan berberan berkah sawab dan pengestu Guru Wasithah.

Surabaya, Tanjunganom 10 Al-Arif 04 Mhd/Januari 2017

Tertanda Koordinator cabang
dan TIM kegiatan kajian An-Nubuwah Surabaya.

2 thoughts on “Pelaporan Mujahadah dan Pengkajian An-Nubuwah @ SIER Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *