Menjadi Pribadi yang Dewasa dan Mandiri

0
243
views

Belajarlah dengan hati… apa yg didengar dan yang dilihat akan membangun kesadaran ilahiyyah dan menjadi hikmah kehidupan kita.

Belajar dengan respon respek tanggap inilah kecerdasan tertinggi pada tingkat pembentuk pengalaman kecerdasan sosial dan darinya jiwa intrepreneur dapat dibangun.

Janganlah hanya belajar berkarya hanya untk memenuhi selera duniawi maka anda akan banyak belajar sebagai anugerah Ilahi melalui dari siapapun walaupun kamu buta huruf sekalipun dan siapapun anda.

KEDEWASAAN:
Kedewasaan akan mengarahkan perkembangan potensi dalam meraih anugerah-Nya.
Kedewasaan adalah pemahaman dan kesadaran atas batas2 norma hidup dan kehidupan serta perkembangannya.

DEWASA: Kedewasaan bukan dinilai dari wujud lahiriyahnya: bentuk fisiknya, pakaiannya dll, pengendalian diri bukan dalam perilaku jaim.
Juga bukan dilihat dari tingkah lakunya, sebab JAIM lebih berbahaya dalam hal perkembangan jiwa dewasanya, juga perkembangan jiwa mandirinya. Namun pengetahuan perihal batasan norma yang berpengaruh terhadap penilaian2 eksistensi dasar kemanusiaan memang diperlukan.

MANDIRI: mandiri bukan berarti mencukupi kebutuhan diri sendiri tanpa campur tangan yang lainnya. Mandiri bukan berarti menanam sendiri, panen sendiri, menjahit baju sendiri memotong rambut sendiri. Mandiri berarti mampu menyelesaikan permasalahan dan mengelola permasalahan; dg perilaku koordinasi konsolidasi simultanisasi komunikatif musyawarahan.

Kedewasaan akan berkait langsung dengan pembentukan perilaku mandiri:
Sebab kemandirian bukan berarti single fihgter yakni segala sesuatunya harus dan musti berpusat kpd diri sendiri, ini namanya EGO SENTRIS.
Sebab mandiri dan sekaligus dewasa adalah perihal respon sikap dan penyikapan serta methode cara kelola sbg tindak lanjutnya.

Jadi kedewasaan akan membentuk kepribadian, attitude, sedang kemandirian akan mengembangkan potensi2 pengayaan pengalaman hidup dalam kreatif dan inovasi.

Mandiri: bisa melihat peluang, visioner.
Dewasa: pengendalian diri dan tidak berfaham buruh, tdk memanfaatkan situasi untuk kepentingan diri sendiri (Jw. Aji mumpung).

Mandiri: ringan dalam menggali informasi dan berita demi potensi.
Dewasa: komunikatif, tidak berprasangka dan tdak membangun lembah prasangka.

Mandiri: mengenal potensi diri dan lingkungan.
Dewasa: mengakui kekurangan kelemahan diri dan mengakui kelebihan orang lain. Dan tidak menyalahkan orang lain dan situasi dan kondisi yang didera.

Dewasa: jika ada potensi “miss atau kesalahan” segera tahu diri.
Mandiri: keberanian menjelaskan dan menerima penjelasan.

MANDIRI DAN DEWASA: respek respon peduli, pendengar dan penyimak yang baik.

Dewasa: bisa (bahkan) pandai mengalah, namun tidak abai.
Mandiri: pandai melihat kondisi dan situasi yang dibutuhkan.

Jika dikritik:
Dewasa: tdk berputus asa dan tdk krisis peran.
Mandiri: mendorong mengembangkan potensi.
Komunikatif, ringan.
Dst..dst….dst.

 

Bapak Kyai Tanjung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here