REFLEKSI MAULID NABI

0
619
views

MASA KECIL KU PERNAH NEKAT MENDISKUSIKAN KE SESAMA TEMAN SEBAYA, “SEPERTI APA WAJAH NABI MUHAMMAD. DENGAN SEDIKIT RASA TAKUT AKAN DOSA, AKU BERTANYA; “SETAMPAN DAN SERUPAWAN APA BELIAU?”

*
*
*
Tiba tiba ingat masa kecil dulu. Saat masih duduk di bangku SD, beberapa teman sekolah yang juga tetangga sering ngobrol dan main bersama layaknya teman sebaya.
Suatu hari saya ingat sekali, sepulang dari TPA yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah, kami berjalan menyusuri jalan sambil mengingat apa yang diceritakan guru TPA kami, waktu itu bu guru menceritakan tentang sejarah Nabi Muhammad yang membuat kami terhanyut di dalamnya. 
Kisah itu tentang Nabi Muhammad yang saat Beliau lahir di tahun Gajah, ditandai dengan adanya serangan dari kaum Quraisy yang menyerang Ka’bah dan Allah mengirim sekumpulan burung di angkasa dengan membawa batu kerikil panas dari neraka, dan dijatuhkan ke seluruh pasukan kaum Quraisy dan Batu itu menembus kepala para penyerang Ka’bah itu, (masihkah ada yang ingat sejarah lahirnya Nabi Muhammad versi ini yang sering ditulis di buku-buku mata pelajaran Agama Islam?) .

Juga bu guru menceritakan tentang Nabi Muhammad yang mengembala kambing kemudian diculik Malaikat dan di balik semak-semak Beliau dioperasi dengan di belah dadanya oleh Malaikat dan dikeluarkan organ-organ di dalamnya, kemudian dibersihkan hatinya. (proses operasi yang luar biasa mendebarkan kalau jaman now, juga dengan alat kedokteran yang super canggih tentunya. Jadi mikir. Malaikat Jibril pasti memiliki ilmu kedokteran yang tak tertandingi). Dan masih banyak rentetan cerita tentang Beliau yang tidak kalah serunya.

Kemudian kami anak-anak yang masih ingusan menganggap itu adalah cerita yang luar biasa yang tidak bisa dan tidak boleh dipikirkan dengan nalar, meskipun sebenarnya banyak sekali pertanyaan – pertanyaan yang muncul di kepala kecil kami, mengapa setiap ada buku cerita tentang Beliau, wajah Nabi Muhammad tidak bisa ditampakkan, biasanya hanya sebentuk tubuh dengan kepala tanpa muka, tanpa ada hidung, tanpa sepasang mata dan bibir. Atau hanya seberkas cahaya saja, saat kami menanyakan ke guru agama, beliau hanya menjawab karena Nabi tidak boleh digambar, dosa! Ah… Jawaban apa itu?? 
Hingga jiwa kecil kami nekat mendiskusikan ke sesama teman, dan bersama sama membayangkan bagaimana wajah Nabi Muhammad sebenarnya. Beberapa diantara kami tidak berani meneruskan diskusi ini dan pamit pulang karena takut dosa, sebab guru agama kami mewanti-wanti muridnya untuk tidak menanyakan dan membayangkan bagaimana rupa Nabi Muhammad. 
Hingga tinggal kami bertiga. Arik, Ami, Uwik. 
“Ganteng mana ya sama Anjasmara? ” salah satu dari kami nekad bertanya sambil menyimpan ketakutan akan dosa yang telah dijabarkan guru agama kami sebelumnya. 
Katanya Nabi Muhammad sangat menawan dengan wajah yang sangat rupawan. 
“Enggak laah.. Pasti seperti Ari Wibowo” sela yang lain. 
Dan akhirnya kami tidak bisa menemukan wajah yang pas untuk kami gambarkan sebagai Nabi Muhammad. 
Ah… Betapa tersiksanya jaman kecil kami. Hingga keinginan untuk bertemu Sang Nabi hadir di setiap mimpi dan doa kami. ‘Pertemukan kami dengan Nabi Muhammad, meskipun hanya dalam mimpi, ya Tuhan…. Karena kata bu guru, saat kiamat nanti, saat di Roro Mahshar, kami akan dikumpulkan dengan seluruh manusia di bumi dan dijadikan satu kelompok sesuai dengan Nabinya, kaum Nabi Adam akan berkumpul jadi satu dengan Nabi Adam dan dipimpin oleh Nabinya, begitupun dengan kaum Nabi Idris, Nabi Ibrahim, Nabi Isa, Nabi Musa, begitupun dengan kami, kaum Nabi Muhammad.

“Dan bagaimana kelak kami dapat menemukan Nabi kami diantara banyak Nabi yang lain dan milyaran penghuni Roro Mahshar dari segala penjuru dunia dan dari seluruh era, jika kami tidak mengenalnya? Tidak tahu bagaimana wajahnya? Akan seperti apa nasib kami yang sama sekaki belum mengenal Nabi kami? Betapa tidak adilNya Engkau Tuhan, jika yang bisa mengenal Wajah Nabi hanya mereka yang hidup se-jamannya? Bagaimana nasib kami yang hidup di zaman ini? Pada siapa kami bertanya? “

“Harusnya kan kami, yang hidup di zaman now, dengan fenomena zaman dan fenomena alam yang lengkap dengan segala bentuk dosa dan kejahatan-kejahatan di muka bumi ini, menuntut pada Tuhan, jika Tuhan tidak memberi kesempatan pada kami untuk mengenal Rasulullah. Bagaimana nasib kami yang lahir di zaman Millenium ini? Apa cukup kami bertanya dengan mbah Google? Yang dia juga diciptakan oleh manusia-manusia zaman now pula? Ah… Pening sekali memikirkan ini. “
Jadi ingat dua sahabat kecilku di sana, apa juga sepenting ini memikirkan nasib keimanan kami yang terkatung-katung karena belum mengenal Rasulnya.

Tapi kami yakin, Tuhan selalu mendengar doa hambaNya…. 
Terbukti dengan adanya ayat-Nya yang menyebutkan “Akan ada seorang Utusan di bumi di setiap zaman dan dari golonganmu sendiri” Bukankah Allah itu tidak pernah ingkar? Bukankah Allah itu Maha Adil?

Doa kecil itu telah mengiringi langkah ini menuju sebuah jawaban kehidupan. Yang mendorong logika bahwa setiap cerita sejarah adalah simbul-simbul yang harus di uraikan satu demi satu untuk menemukan sebuah jawaban pasti, tanpa keraguan tanpa prasangka, tanpa praduga. Karena ayatNya juga menuturkan bahwa ‘Prasangka tidak akan menyentuh Kebenaran sedikitpun’ Apa enaknya beragama hanya berpegang pada cerita sejarah yang sebenarnya memiliki maksud tersembunyi yang harus di onceki dan di jelimeti dengan rasional. Karena Allah menganugerahkan akal untuk berfikir.

Hhmmm…. 
Jika Allah menurunkan seorang Utusan di Bumi, disetiap zaman dan dari golongan itu sendiri, berarti zaman sekarang, Tuhan telah menurunkan UtusanNya bukan?? Yang menunjukkan jalan kebaikan, yang menjadi cahaya dari kegelapan, yang menjadi penyambung antara Sang Pencipta dan hambaNya? Iya kan??? 
Bukankah seperti itu ayatNya? 
Dan tutupan ayat itupun memerintahkan setiap dari diri kita, intuk mencari Sang Utusan. 
Duh Gusti…. Betapa mendebarkannya ini, betapa Engkau Maha Pengasih yang tidak akan meninggalkan hambaMu selalu di dalam keterpurukan di zaman yang serba “NOW” ini.

Sumber:
Facebook Page
OPINI BAIK
https://www.facebook.com/opinibaik/posts/320937035053703 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here