Dahsyatnya Sakratul Maut

0
571
views

Alangkah dasyatnya sakratul maut itu yakni saat orang yang meninggal Ruh terusir keluar: 6. Al An’aam 93

وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِي غَمَرَٰتِ ٱلۡمَوۡتِ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ بَاسِطُوٓاْ أَيۡدِيهِمۡ أَخۡرِجُوٓاْ أَنفُسَكُمُۖ

93. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya” (dari bacaan dan dari katanya kemudian diyakini itu mutlak dari Allah, kemudian merasa berhak sehingga menerangkan. Walau tidak dalam persaksian), padahal tidak ada yang diwahyukan sesuatupun kepadanya (keterangan langsung dari yang wenang, hak dan sah), dan orang (yang mengetahuinya dari bacaan dan dari katanya) berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.

Terperanjat, kemudian mengaku beriman. Keimanan tidak dari tempat yg jauh. Saba’ 51-53.

وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذۡ فَزِعُواْ فَلَا فَوۡتَ وَأُخِذُواْ مِن مَّكَانٖ قَرِيبٖ ٥١

وَقَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِهِۦ وَأَنَّىٰ لَهُمُ ٱلتَّنَاوُشُ مِن مَّكَانِۢ بَعِيدٖ ٥٢

وَقَدۡ كَفَرُواْ بِهِۦ مِن قَبۡلُۖ وَيَقۡذِفُونَ بِٱلۡغَيۡبِ مِن مَّكَانِۢ بَعِيدٖ ٥٣

Dan sekiranya melihat (menyadari) saat terjadi masa pakai jasad habis pakai di dunia terperanjat kaget jomblak saat ruh terusir keluar dari dalam jasad karena tidak melihat adanya pintu pulang maka ditangkap dari tempat yang dekat ditempatkan pada tempat yang telah disediakan bagi mereka yang tidak kembali pulang (kengerian yang luar biasa tak terhingga dan abadi abadan).

(Berteriak) mengatakan ya Allah (dulu saat hidup di dunia) saya beriman kepada-Engkau, bagaimana kamu beriman kepada-Ku (Mengada-NYa AlGhaybullah) dari tempat yang jauh (dari prasangka, dari mengira-ngira, dari tafsir-tafsir) tidak dalam keterikatan iman dengan-Nya (hanya dari bacaan, dari katanya-katanya). Dan kamu mengira keberadaan Al-Ghayb-Ku dari tempat yang jauh.

Sungguh telah diturunkan (Ilmu) yang menunjukkan Keberadaan Al-GhaybNya supaya dalam ingatan kepada DIA Sang Tuhan yang ber-Asma Allah untuk dikenali di dalam rasa hati nurani sehingga dalam ikatan persaksian senyatanya di dalam rasa hati nurani.

Huwa ayat Nyata, Al-Ankaabuut 49

بَلۡ هُوَ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٞ فِي صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَۚ وَمَا يَجۡحَدُ بِ‍َٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّٰلِمُونَ ٤٩

Sungguh nyata (bal) bahwa DIA (HUWA) bacaan ayat nyata (yang dirasa Ada dan dirasa Wujud) yang ditetapkan di dalam rasa hati nurani yang berada di dalam dada orang-orang yang telah keparingan Ilmu (keberadaan Dia dan bersaksi), dan tidak ada yang mengingkari-Nya kecuali yang dhalim (kaku, beku, merasa cukup, merasa suci, merasa luhur, merasa mulia, merasa cakap dan pandai, merasa tokoh, merasa panutan, merasa darah biru dsb dll).

Kyai Tanjung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here