Surat Pengantar Kajian An Nubuwwah

0
306
views

SALAM NUSANTARA BANGKIT
Silaturrahmi NKRI, Nusantara Bangkit

Kepada:
Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i: ______
Di
     Tempat.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barakaatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua, Salam Nusantara Bangkit.

Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Esa selalu merahmati kita semua dan merahmati bangsa dan negara Indonesia dan dalam Fadhal dan Rahmat serta Ampunan-Nya.

Pertama, perkenankan kami menghaturkan rasa syukur atas rahmat Allah semata, atas Ar-Rahman dan Ar-RahimNya sehingga “mau” menjalankan perintah-Nya dan “mau” bergerak dan beraksi demi kemaslahatan ummat, bangsa dan negara.

Kedua, di atas dasar keimanan kami, maka perkenankan kami menghaturkan shalawat serta salam kepada Junjungan Nabi Muhammad SAW, juga kepada para nabi dan para Rasul utusan Allah semuanya, kepada Ahlul Bayt dan Itroti Ahlul Bayt-nya serta sabahat-sahabat setianya. Atas Keberadaan Beliaulah, maka ajaran Tauhid, Risalah Kebenaran Al-Kitab, Al-Hikmah dan AnNubuwah menjadi terang dan menerangi hidup dan kehidupan bagi mereka yang meyakini dalam keimanannya.

Sehingga dengan ajaran tersebut, menjadi jelas dan terang batasan-batasan dalam menjalankan dan memberlakukan aktifitas lahiriyah dalam berdunia, mengembangkan, meningkatkan, menyebarluaskan “AKSI” kepedulian dalam kemaslahatan dengan memberdayakan diri, memberdayakan lingkungan, memberdayakan potensi-potensi untuk bangsa dan negaranya walau nyatanya setingkat mampu kami yang masih sangat minim dan masih terlalu jauh dari sebutan kalimat pantas dan layak.

Kelengkapan kehidupan berdunia yang lahir dengan membangun kebaikan, kedarmaan, kemaslahatan, mengembangkan potensi-potensi dengan prinsip BUDI dan PTSA ini adalah kepastian langkah dalam menjalankan tatanan kehidupan, yang bersifat kewajiban, sedang yang perihal batin adalah wilayah keimanan (keyakinan) adalah hal prinsip batiniyah, ini adalah hak masing-masing dari setiap dari diri dan bersifat pilihan.

Ketiga, seringnya tidak bisa memenuhi permintaan kajian (pengajian umum), yang berbenturan dengan acara atau kegiatan di tempat lokasi yang lain, maka pengambilan sikap dengan agenda kegiatan yang terjadwal, dibuat pola Kegiatan Menjelajah wilayah potensial mandiri yang kemudian disingkronkan hari, tanggal, bulan dan tahunnya.

Selanjutnya setelah memperhatikan berita dan informasi terhadap situasi dan kondisi dari data-data yang ada, juga dari isu-isu yang berkembang saat ini, perihal dekadensi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara: pendidikan, moral, akhlak dan adab, kepemimpinan, sosial, ekonomi, budaya, serta agama maka dalam keprihatinan yang mendalam upaya harmonisasi, keserasian, keselarasan, dan keseimbangan serta kemajuan kehidupan bermasyarakat serta upaya nasib generasi selanjutnya, maka kami JATAYU bersama dengan Tim Nusantara Bangkit melakukan kegiatan menjelajah wilayah potensial dengan maksud dan tujuan “berpartisipasi aktif”, yang telah tertuang di dalam UUD 1945 sebagai berikut:

Pasal 27
(3) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

Pasal 28A
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.

Pasal 28C
(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.

Pasal 28E
(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.
(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Pasal 28F
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Pasal 28J
(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pasal 29
(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.

Maka dari itu, untuk hal tersebut diatas maka komunitas JATAYU melakukan kegiatan-kegiatan Aksi Kepedulian Nusantara Bangkit dengan menginformasikan, memberitakan, menyampaikan: perihal pola pikir keberagamaan yang kaafah, bahwa kehidupan lahiriyah dan kehidupan batiniyah adalah kebutuhan insaniyah dalam membangun, meningkatkan perilaku berkemajuan, kearifan, serta kenusantaraan – kebangsaan, kemandirian, dan pemberdayaan dengan mekanisme Pola Tatanan yang Sehat dan Amanah dalam prinsip BUDI (Budi Uswah Darma Insani).

Insyaallah, rangkaian kegiatan kurang lebih sebagai berikut:

  • Silaturahmi komunikasi, membangun kekeluargaan dan kebersamaan, kesatuan persatuan NKRI.
  • Kajian AnNubuwah (perihal mindset atau pola pikir keberagamaan dan kebangsaan – kenusantaraan-kebangsaan-kearifan dan berkemajuan, kemandirian dan pemberdayaan serta perihal keselamatan lahir-batin, dunia akhirat).
  • Sistem pengelolaan memanfaatkan lahan sela, PTSA dan kemandirian.
  • Budidaya dan Pemberdayaan, FELITA.
  • Pajang produk-produk potensial.
  • Sharing atau berbagi, pelatihan dan motivasi.
  • Penjelasan lain-lain melalui lisan.

Pembiayaan kegiatan aksi peduli operasional menjelajah wilayah potensial selama ini dilaksanakan secara mandiri, oleh jariyah Infaq Peduli Opersional  dan dari donatur amal jariyah, serta dari masyarakat sebagai wujud amal ibadah bagi kami, semoga Allah meridhai.
(betapa berdosanya kami jika memperjual-belikan kebenaran sebagai komoditas kapitalisme)

Dan gerakan ini murni bersifat mandiri, tidak berafiliansi kepada kepartaian, tidak membawa kepentingan dan ego kelompok ataupun kepentingan dan ego golongan. Sedang kami keluarga JATAYU, JATAYU-POMOSDA adalah sebagai wadah berserikat bagi kami, ditempatkan sebagai alat membangun kebersamaan dan kekeluargaan, membangun kesatuan dan persatuan berbangsa dan bernegara. Terwujudnya Komunitas Nusantara Bangkit, untuk kemaslahatan ummat. Syukur terbentuk jiwa-jiwa dalam kesadaran ketauhidan Al-Haq min Rabbika.

Demikian hatur kami sampaikan, mohon permaklumannya, mohon kebesaran hatinya, mohon dimaafkan atas segala kekurangan, kekhilafan, dan kesalahan, demikian pula mohon maaf atas segala sesuatunya mulai dari awal pelaksanaan sampai akhir kegiatan, semoga dalam ridha, fadhol dan rahmat Allah Swt.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barakaatuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here