ISLAM (PUN INDONESIA) TIDAK AKAN BAIK (MAJU), JIKA MELULU MEMPERMASALAHKAN SEMATA-MATA YANG LAHIRIYAH

1
281
views

Mari kita semua menyadari. Kesadaran sebagai hamba dalam perilaku penghambaan..!!

Tidak usah berebut MERASA BENAR MERASA PALING MENGETAHUI, MERASA SUCI (SOK SUCI), MERASA LUHUR KETURUNAN wong nyatanya sama-sama mengucapkan wa-llahu a’lam bis-sawab. Allah yang Maha Mengetahui.

Sama-sama mengucap “ihdinash-shiratal mustaqim”. Tidak usah sok, arogan, sombong ini dimurkai Allah. Wong mengetahuinya juga sama-sama dari bacaan, dari buku dan dari katanya. Sama-sama berharap semoga benar karena faktanya sama-sama tidak mengetahui persis.

Sudah tidak saatnya kita BERTIKAI, mempertentangkan, memperdebatkan berebut benar perihal tatanan syareat, gaya, pola style masing-masing. Saat telah menggugurkan kewajiban menyampaikan, yakni telah menjelaskan sesuai dengan keyakinannya, ternyata yang dijelaskan tidak bisa menerima, yaah lapang dada-lah untuk dapat menerima keberagaman tersebut, maklumilah.

Silahkan: arep tahlilan monggo, ora gelem qunut saat shalat subuh monggo, yang wiridan monggo, yang tidak mau silahkan langsung pergi… monggo. Serahkan segala sesuatunya kepada Allah, jangan kotori hati dengan kedengkian, kebencian. Inilah keberagaman itu. Inilah bagian dari kebhinnekaan bangsa itu.

Lagi pula syareat sesungguhnya untuk memenuhinya tidak sulit dan tidak berat jika seseorang telah memahaminya, sekali lagi jika telah mempelajari. Yang berat memenuhi unsur batiniyahnya.

Tentu kita tidak ingin melawan sunnatullah.
Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (jalan milik)-Nya orang yang kembali (berada didalam al-Hudaan-Nya) (Q.S. 42.Ash-Shura 13)

Kemuliaan apa yang sesungguhnya akan diraih di dalam keberagamaan?? Apakah untuk melanggengkan hegemoni kekuasaan dan kekuatan??!!. Apakah para nabi, para rasul diutus membawa petunjuk demi jabatan dan meterial duniawi, menumpuk kekayaan dan kehormatan-kehormatan dunia??

Apakah adanya agama dan adanya para utusan Tuhan supaya dapat mengolok-ngolok dan menjatuhkan orang lain??? Apakah keberadaan agama dan ajaran para utusan Allah supaya pengikutnya bergelut dalam nafsu ego keakuan merasa lebih, merasa suci, sehingga dengan demikian untuk dapat menjatuhkan orang atau kelompok lain, menyesat-nyesatkan orang lain???.

Apakah keberadaan para nabi mengajarkan perilaku merusak sosial masyarakat dan melakukan pembantaian orang dan kelompok yang tidak sepaham, dan tidak sekeyakinan???.

Bukankah beliau-beliau diutus membawa petunjuk yang disebut “Al-Huda”..!!!
Bukankah beliau-beliau diutus untuk pelita cahaya hidup yang disebut sebagai “Sirajan-munir”..!!
Bukankah beliau-beliau diutus supaya hidup dan kehidupan manusia tidak di dalam kesia-sia-an.
Bukankah beliau-beliau diutus supaya manusia mengerti..??.

Memahami, menyadari makna hidup: untuk apa hidup, bagaimana hidup, tujuan apa manusia dihidupkan, kemana kehidupan setelah kematian. Apa tujuan kita hidup, dan kemana akhir setelah masa pakai jasad masa pakai di dunia ini habis, dan bagaimana untuk di dalam kebahagiaan dan ketentraman serta mencapai kemerdekaan sejati murni.

 

1 KOMENTAR

  1. Semua saya unggah karena saya sudah tidak bisa ngempet dengan harapan semoga sedulur kerso menasehati, mengingatkan dan nyuwon aken Ampunan Dumateng GURU. Terhadap dulur yg merasakan masih di dalam zona nyaman dalam kesalahan monggo duduk bersama bermusyawarah mencari solusi kemana kita melangkah apakah harus diam di tempat. Sedang sedulur yg kiranya di kersakno paham sudi kiranya berbagi ke sedulur pejenengan ini. Karena hal yg paling menakutkan saya adalah mati tidak selamat kembali kepada Tuhan. Pangapunten

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here