SESUNGGUHNYA AHLUL BAYTIN NABI

0
548
views

Sedang makna AHLUL BAYT kanjeng Nabi bukanlah berbicara perihal keturunan darah daging kulit, juga bukan bayt rumah nabi dalam pengertian rumah dengan batas-batas semen dan bata serta batu. Karena tugas Kanjeng Nabi sebagai Utusan Allah adalah membawa Al-Huda, membawa “ILMU” ketauhidan, ilmu Dzikr. Tugas KN. Muhammad pun sama halnya dengan Rasul-Rasul sebelumnya adalah dalam makna NurMuhammad yakni sebagai Cahaya TerpujiNya Diri Dzatullah, sehingga hidup dan kehidupan manusia dalam “terang” Cahaya Diri Tuhan. Dan hidup serta kehidupannya supaya dalam terang hidup. Hidup yang di dalam terang Cahaya-Nya.

Ahli adalah seseorang yang bertempat tinggal seperti yang ditinggali Kanjeng Nabi. Dan bayt adalah tempat yang ditempati. Yang ditempati KN Muhammad adalah Diri Tuhan Sendiri. Dan ahli adalah, menyatu, maksudnya di dalam hatinya selalu ingat DIA, di semua aktifitas kehidupannya, desah nafas, keluar masuknya nafas disertainya ingatan kepada DiriNya Dzatullah, menjadi ulul albab, alladzina yadzkurunallah qiyaaman-wa qu’uudan wa ‘ala junuubihim. Dalam keadaan apapun di situasi apapun dan dalam keadaan bagaimanapun tetap bertempat tinggal secara terus menerus di dalam hati, ingat kepada Diri Al-Ghayb Tuhan. Berarti Ahlul Bayt Nabi adalah rumah dada yang ditempati selalu dalam dzikrullah seperti halnya dada KN. Muhammad SAW, yang di dalam dadanya sama dengan yang di batin Nabi, walau jelas secara kualitas “ingatan” dalam dzikrullah tentu tidak seperti KN. Muhammad, namun Ilmu yang menjadikan dalam dzikr adalah sama. Ilmu yang menjadikan dalam “persaksian”.

Sehingga Ahlul Bayt Nabi adalah yang hidupnya di dalam terang Cahaya Ilahi, karena di dalam dada, di dalam rasa hati nuraninya telah di-“ilmu”-kan dengan “Alimul-Ghaybi” Wasy-Syahadati. Dengan Ilmu yang menunjukkan keberadaan Diri Dzat yang Wajib Wujudnya, Yang Mutlak keberadaanNya, Allah NamaNya. Sehingga dalam persaksian nyata. Sebagai hujah keimanan. Sehingga hati menjadi tentram, sebab hanya dengan ingatan DZIKRULLAH, maka hati menjadi tentram.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here