TEKNIK BUDIDAYA AYAM KAMPUNG UNTUK PROGRAM OPTIMALISASI LAHAN SELA DI LINGKUNGAN KELUARGA GUNA KEMANDIRIAN PANGAN

0
349
views

Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam kampung , maka perlu kiranya memperhatikan beberapa hal berikut :

  1. Bibit
    Bibit mempunyai kontribusi sebesar 20% dalam keberhasilan suatu usaha peternakan. Bibit ayam kampung (DOC) dapat diperoleh dengan cara membeli DOC ayam kampung  langsung dari pembibit. Secara singkat DOC ayam kampung yang sehat dan baik mempunyai kriteria sebagai berikut : dapat berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat serta bergerak lincah.
  1. Pakan
    Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi sebesar 40% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam kampung sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam pedaging, petelur atau puyuh sekalipun. Pakan ayam kampung berupa konsentrat yang berkualitas dan sedang berkaitan dengan biaya yang kita keluarkan atau bisa dicampur jagung dengan perbandingan 2:1. Kalau menggunakan pakan dari Comfeed BR 1 dicampur Cargill BR 1 atau Pokhpan BR 1 dengan perbandingan  2:1.

    Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai berikut :

    • 07 Gram/hari/ekor sampai umur 1 minggu
    • 11 Gram/hari/ekor sampai umur 2 minggu
    • 17 Gram/hari/ekor sampai umur 3 minggu
    • 25 Gram/hari/ekor sampai umur 4 minggu
    • 30 Gram/hari/ekor sampai umur 5 minggu
    • 35 Gram/hari/ekor sampai umur 6 minggu
    • 45 Gram/hari/ekor sampai umur 7 minggu
    • 50 Gram/hari/ekor sampai umur 8 minggu
    • 60 gram/hari/ekor sampai umur 60-65 hari

Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) tetapi harus dikontrol dan diganti tiap 12 jam sekali dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika, yaitu umur 1-40 hari diberi Manutta Gold B 5 cc/lt, sedang umur 40 – 60 hari Manutta Gold B + Temulawak dan Kunyit dosis campuran  10 cc/lt. Dengan pemberian tersebut  tiap hari saya tidak melakukan vaksin sama sekali ( bebas vaksin ), tetapi kalau di sekitar kandang sudah banyak peternakan ayam sebaiknya perlu dilakukan vaksin.

  1. Perkandangan
    Syarat kandang yang baik : jarak kandang dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang.Pensterilan  kandang dan peralatannya dilakukan secara teratur sebagai usaha biosecurity dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu sendiri.

    Ukuran kandang : Yang perlu mendapat perhatian adalah daya tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam kampung sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam. Idealnya sampai panen per m2 antara 10 – 15 ekor.

    Bentuk kandang yang dianjurkan adalah kandang postal dengan lantai tanah bisa atau lebih bagus diplester kemudian dilapisi letter (alas kandang) dengan campuran sekam, serbuk gergaji dan sedikit kapur  setebal ± 10 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng atau asbes.

    Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase starter (umur 1-3 minggu) dan fase finisher (umur 4-8 minggu). Pada fase starter biasanya digunakan kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau juga kandang postal yang diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar antara 30-32°C. Pada fase finisher digunakan kandang ren atau postal seperti model pemeliharaan ayam broiler.

  1. Manajemen Pemeliharaan
    Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan tertinggi dalam keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 40%. Bibit berkualitas serta pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatu usaha apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat.

    Model pemeliharaan ayam kampung  secara intensif lebih disarankan dari yang lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit dan managemen pemberian pakan. Pencegahan penyakit bisa dilakukan dengan pemberian vaksin atau pemberian Trimezyn pada umur 2-3 minggu dan 5-6 minggu. Managament pakan bisa diberikan pagi, siang dan sore (malam), tetapi kalau sibuk ya cukup pagi ama sore sepulang kerja yang penting sesuai kebutuhan  gram/ekor/hari. Dan yang perlu diingat juga inovasi teknologi pemberian minum dengan nutrisi yang yang cukup seperti pemberian Manutta Golg B dengan Temulawak dan Kunir pada saat yang tepat itu juga menjadi kunci keberhasilan beternak ayam kampung . Selain itu juga untuk menjegah terjadinya kanibal (saling bunuh) perlu dikasih daun pepaya (kates) digantung mulai umur 3 minggu sampai panen. Sedangkan untuk mengurangi bau kotoran juga bisa disemprotkan Manutta Gold B 10 cc dicampur air 2 liter tiap 5 hari sekali.

  1. Pengendalian Penyakit
    Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian penyakit. Kita semua akan setuju dengan statement “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain :

    1. Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya
    2. Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak
    3. Melakukan vaksinasi secara teratur
    4. Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit
    5. Manajemen pemeliharaan yang baik
    6. Kontrol terhadap binatang lain

      Berikut sedikit beberapa jenis penyakit yang kerap menyerang ayam kampung :

      > Tetelo (ND)
      Penyebab : paramyxivirus
      Gejala : ngorok dan batuk-batuk, gemetaran, kepala berputar-putar, kelumpuhan pada kaki dan sayap, kotoran berwarna putih kehijauan.
      Pencegahan : vaksinasi secara teratur, sanitasi kandang, terhadap ayam yang terkena ND maka harus dibakar.
      Pengobatan : belum ada

      > Gumboro (gumboro disease)
      Penyebab : virus
      Gejala : ayam tiba-tiba sakit dan gemetar serta bulu-bulunya berdiri, sangat lesu, lemah dan malas bergerak, diare putih di sekitar anus.
      Pencegahan : vaksinasi teratur dan menjaga sanitasi kandang
      Pengobatan : belum ada

      > Penyakit cacing ayam (worm disease)
      Penyebab : Cacing
      Gejala : pertumbuhan terhambat, kurang aktif, bulu kelihatan kusam.
      Pencegahan : pemberian obat cacing secara berkala, sanitasi kandang yang baik, penggantian litter kandang secara berkala, dan mencegah serangga yang dapat menjadi induk semang perantara.
      Pengobatan : pemberian obat cacing seperti pipedon-x liquid, sulfaquinoxalin, sulfamezatin, sulfamerazin, piperazin dan lain sebagainya

      > Berak kapur (Pullorum)
      Penyebab : Bakteri Salmonella pullorum 
      Gejala : anak ayam bergerombol di bawah pemanas, kepala menunduk, kotoran melekat pada bulu-bulu disekitar anus
      Pencegahan : mengusahakan induk terbebas dari penyakit ini, fumigasi yang tepat pada mesin penetas dan kandang.
      Pengobatan : noxal, quinoxalin 4, coxalin, neo terramycyn  atau lainnya

      > Berak darah (Coccidiosis)
      Penyebab : protozoa Eimeria sp.
      Gejala : anak ayam terlihat sangat lesu, sayap terkulai, kotoran encer yang warnanya coklat campur darah, bulu-bulu disekitar anus kotor, ayam bergerombol di tepi atau sudut kandang.
      Pencegahan : mengusahakan sanitasi yang baik dan sirkulasi udara yang baik pula atau bisa juga dengan pemberian coccidiostat pada makanan sesuai takaran
      Pengobatan : noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau lainnya

  1. Pasca Panen dan Pemasaran
    Pemasaran ayam kampung pada dasarnya mudah karena disamping jumlah permintaan yang tinggi, harga ayam kampung  masih tergolong tinggi dan stabil, sedang produksi masih terbatas. Ayam kampung  dapat dijual dalam bentuk hidup atau sudah dipotong (karkas). Rumah tangga, pengepul ayam, pasar tradisional, warung, supermarket sampai hotel berbintang membutuhkan pasokan ayam kampung. Harga normal ayam kampung hidup berkisar antara Rp 23.000 – Rp 25.000/kg di tingkat peternak, tetapi kalau menjelang Idul Fitri dan tahun baru harga cenderung abnormal bisa tembus Rp 28.000 – Rp 30.000.
  2. Pengelolaan Produksi
    Sebagai seorang peternak maka perlu untuk menjaga agar produksi yang kita lakukan dapat memenuhi standar kualitas dan kontinuitas produk. Maka diperlukan pengelolaan atau pengaturan produksi agar usaha kita dapat berproduksi secara kontinyu. Untuk kekontinuitasan usaha perlu pengaturan dan penjadwalan secara teratur kapan DOC masuk dan kapan ayam di panen, karena hal itu lebih disukai oleh pengepul atau mitra kerja kita daripada hanya sekali panen dalam jumlah banyak. Tapi perlu diingat juga bahwa pengelolaan produksi sangat terkait dengan modal, ketersediaan kandang, jumlah ketersediaan DOC, dan jumlah permintaan ayam siap panen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here