TEKNIK BUDIDAYA LEBAH LANCENG UNTUK PROGRAM OPTIMALISASI LAHAN SELA DI LINGKUNGAN KELUARGA GUNA KEMANDIRIAN PANGAN

0
815
views

Cara Budidaya Lebah Klanceng
Belum banyak yang mengetahui jika ada lebah penghasil madu selain lebah madu yang biasa kita kenal karena memang belum banyak yang membudidayakannya.

Yaitu lebah klanceng/ lanceng. Bentuknya lebih kecil daripada lebah madu biasa. Bahkan lebih kecil daripada lalat. Warnanya hitam, dengan kaki berbulu.

Lebah klanceng/ lanceng dengan nama latin Apis Trigona sp. di alam bebas hidup pada celah celah pohon yang kering, lubang pada tembok dll. Karena bentuknya yang kecil lebah klanceng sering dikira semut yang bersayap. Makanan lebah ini serbuk sari bunga-bunga yang ada di alam.

Madu dari jenis lebah klanceng ini tergolong mahal, lebih mahal dari madu lebah biasa hingga dua sampai tiga kali lipat. Hal ini dikarenakan lebah klanceng lebih sedikit memproduksi madu. Kecuali itu juga masih sangat jarang yang membudidayakannya. Namun demikian madu ini banyak diburu mengingat manfaatnya yang sangat baik untuk kesehatan.

Kondisi Alam Yang Disukai Lebah Klanceng
Lebah klanceng adalah lebah yang tidak mempunyai sengat atau antup. Wilayah hidupnya banyak terdapat pada daerah tropis dan subtropis yang bersuhu rata-rata di bawah 32 derajat celcius. Koloni dibuat pada batang-batang pohon, ruas bambu, lubang di tanah, bebatuan, dll, sebagai rumah tempat hidup dan berkembang biak.

Suhu ideal yang disukai trigona berkisar 18 – 24 derajat celcius, dengan kelembaban 60 – 70%.

Lingkungan sekitar yang disukai adalah lingkungan yang banyak terdapat pepohonan penghasil bunga sebagai sumber makanannya.  Lebah klanceng memakan serbuk sari bunga dengan mengandalkan sumber makanan dari bunga alam sekitar koloninya hingga radius antara 100-500 meter.

Pembuatan Sarang Lebah Klanceng
Persiapan yang perlu dilakukan sebelum membudidayakan lebah klanceng adalah pembuatan sarang atau rumah lebah sebagai tempat menampung koloni. Dalam rumah lebah itulah yang nantinya digunakan lebah klanceng untuk tempat berkembang biak dan menyimpan madunya.

Bahan yang baik untuk membuat sarang lebah adalah yang menyerupai tempat hidupnya di alam bebas. Lebah klanceng hidup pada celah kayu, lubang bambu, lubang bangunan. dll.

Untuk itu sarang lebah dapat dibuat dari :

  • kotak kayu kering,
  • tempurung kelapa,
  • batang bambu

Sarang lebah tersebut dibuat tertutup dengan diberi lubang kecil (diameter 1 cm) sebagai pintu keluar masuk lebah pekerja.

Pembuatan Koloni dalam Sarang Lebah Klanceng
Setelah sarang atau rumah lebah terbentuk langkah berikutnya adalah menaruh lebah klanceng agar mau membuat koloni pada sarang yang telah kita buat.

Bibit lebah klanceng dapat diperoleh dari alam bebas atau membeli pada peternak yang telah membudidayakan. Yaitu dengan menempatkan lebah ratu dan beberapa lebah pekerja pada sarang.

Cara paling mudah memindahkan koloni dari alam adalah :

  1. Menempatkan sarang menempel pada lubang koloni lebah klanceng, dengan memberi lubang pada sisi lainnya sehingga lebah dipaksa keluar masuk melalui kandang. Lebah klanceng memasuki kandang tersebut untuk keluar masuk koloninya, maka lambat laun akan terangsang untuk membuat koloni baru pada sarang tersebut untuk meluaskan koloninya. Setelah terbentuk koloni baru pada sarang tersebut maka sarang dapat dipindahkan ke tempat lain yang kita inginkan.
  1. Pilih koloni yang sudah cukup besar/ kuat, siapkan sarang baru dari kotak kayu, iris pintu masuk koloni atau ‘ belalai’ sepanjang 3–4 cm, potongan ‘belalai’ ditempelkan ke kotak sarang buatan tepat di mulut lubang kotak, bersihkan lubang di pohon tempat koloni berada sekaligus memudahkan pengambilan koloni, keluarkan koloni dari lubang pohon dengan mencongkel sarang dan usahakan koloni tidak rusak sehingga lebah dan ratu aman, cari ratu lanceng dengan ciri ukuran tubuhnya 4 kali lebih besar dari lanceng umumnya, pastikan sang ratu tetap ada dalam koloni bila tidak lanceng sulit dan lambat berkembang biak, masukkan sarang tadi ke dalam kotak buatan dan segera ditutup, gantungkan di dekat lubang sarang lama dan lubang bekas sarang ditutup dengan dedaunan agar lanceng tidak kembali lagi, bila di kotak terlihat banyak lanceng keluar masuk berati pemindahan telah berhasil, pemindahan sebaiknya pada sore hari.

Cara Perbanyakan Sarang Lanceng :

  1. Pilih sarang yang memiliki tonjolan jalan masuk atau ‘ belalai’, potong separuh tonjolan dan tempelkan ke kotak sarang baru, potong sarang koloni menjadi 2 bagian dan potongan baru di masukkan pada kotak yang baru sedang yang lama biarkan tetap pada posisi awal segera tutup dan kotak baru tersebut diletakkan pada posisi kotak lama sedangkan kotak lama setelah ditutup dipindahkan kelokasi yang agak jauh (minimal 2 m dari tempat awal), biarkan kedua kotak pada posisi masing – masing dan setelah 3 bulan masing – masing kotak tersebut sudah dapat dipanen.

Perawatan Koloni Lebah Klanceng
Perawatan koloni lebah klanceng agar berkembang dengan baik dan menghasilkan madu maka dapat dilakukan dengan menanam pada sekitar sarang, tanaman-tanaman yang menghasilkan bunga. Dengan banyaknya bunga pada sekitar rumah lebah maka ketersediaan makanan bagi lebah terjamin dengan baik. 

Pemanenan
Pemanenan madu lebah klanceng dapat dilakukan setelah terbentuk bulir-bulir madu yang menempel pada dinding sarang. Yaitu dengan cara menyisir atau mengerik dengan hati hati dan dikumpulkan pada wadah penampung. Untuk memisahkan kotoran dapat dilakukan penyaringan dengan menggunakan kain kasa yang halus.

Hama Penyakit Pada Lebah Lanceng

  1. Drosophila
  2. Semut
  3. Cicak
  4. Kelabang
  5. Nitidulidae
  6. Lalat Hermetia illucens
  7. Ngengat
  8. Tungau
  9. Capung
  10. Laba – laba
  11. Burung seriti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here