Fenomena Lafal Allah di Langit

0
1025
views

Akhir-akhir ini, sering terjadi tulisan-tulisan lafal Allah dipampangkan di langit, bagi yang ketepatan melihatnya, terasa “sesuatu”.
Juga suara gemuruh, menggelegar, suara adzan dan masih banyak lagi fenomena-fenomena yang lain, dan hal ini intensitasnya kemungkinan besar akan terus meningkat seiring dengan mendekatnya “PEMURNIAN” dan “PEMBERSIHAN” dari kotoran-kotorannya.
Ada yang bergidik, ada yang merinding, ada yang biasa-biasa saja, ada yang sambil lalu… “ah wajar”. Ada yang teriak-teriak “ALLAHU AKBAR-ALLAHU AKBAR”; “SUBHANALLAH” dan seterusnya dan sebagainya. Banyak ragam sikap, ekspresi, respon terhadap tulisan lafal Allah itu.
Heran, takjub, sebab terpampang di tempat yang tidak biasanya yaitu di posisi mendung yang terletak jauh di atas kepala kita. Jika tulisan itu berada di papan tulis-papan tulis, di buku-buku, maka kita sama sekali tidak akan heran, sebab diri kita sendiripun bisa menuliskan lafal itu.

ADA APA DENGAN FENOMENA TERSEBUT?
Pertama : saat ada yang menempel gambar di pohon-pohon, apa yang ada dalam pikiran kita??. Tentu tergantung dari diri kita masing-masing, yang dipengaruhi oleh kondisi batin dan pikiran kita serta kecondongan kita. Namun bagi pecinta alam dan lingkungan, akan marah karena dianggap telah merusak lingkungan alam dan merusak pandangan.

Kedua : lain lagi bagi yang menempelkan gambar, hal ini dianggap sesuatu yang bernilai manfaat dan efisien. Apa yang dimaui seseorang yang menempelkan gambar tersebut?? Tentu adalah untuk dipilih.

Ketiga : hal yang sering tidak kita sadari (bisa jadi selalu, dan sebagian besar kenyataannya demikian dan di dalam ayat Alqur’an disebut “Aktsaran naasa laa yaklamuuna”, sebagaian besar tidak mengetahui apa yang dikehendaki Allah, di ayat lain tersebut sebagai “qoliilan” yaitu LANGKA).

Mestinya yang perlu diselami, kontemplasi pemikiran dengan tafakkur adalah “apa” kehendak yang mengukir tulisan di langit itu.
APAKAH KITA CUKUP “TERIAK-TERIAK”, hei itu si “fulan” ada dipohon!!, dia “nempel” dipohon!!, sehingga semua orang memandang dan melihat gambar si fulan di pohon, kemudian selesai, tidak ada tindak lanjut.

Keempat : misalnya saat ada tulisan di board, 2 KM lagi rumah makan “EEUUUNAAAK TENAAN” apa yang ada di dalam pikiran kita??, dan apa yang di maui si peletak tulisan itu?.

Kelima: hal ini tentu tergantung dari kondisi “perut” si pembaca tulisan, dalam keadaan lapar atau tidak; sedang bokek atau tidak; memiliki waktu longgar atau sempit; tidak tertarik menu makanannya, dan lain sebagainya.

Sikap apa yang mestinya yang kita lakukan setelah dipampangkan tulisan “lafal” ALLAH, tindak lanjut apa dan bagaimana yang diperlukan.
Ada yang takjub, berteriak-teriak membahana dengan kalimat yang sama ALLAHU AKBAR, SUBHANALLAH.
Pun saat ada cerita ada fenomena suara adzan dari tempat yang bersumber dari suara yang tidak biasanya, suara adzan di angkasa, suara adzan di puncak gunung, suara adzan dari gereja, suara adzan di bulan, dan suara-suara aneh lainnya.

Demikian pula saat “seseorang” mencantumkan nama di majalah “biro jodoh” tentu maunya yang meletakkan nama adalah mencari pasangan yang cocok dan yang ideal.

Kembali apa yang DIMAUI TUHAN dengan MENULISKAN NAMA DI LANGIT:
1. MENUNJUKKAN BAHWA MANUSIA KECIL TIDAK ADA APA-APANYA, MENGHAMBALAH HANYA KEPADA-NYA, TETAPKAN “DIA” DI DALAM HATI DAN JADIKAN SEBAGAI ORIENTASI DAN TUJUAN HIDUP, SEBAB HANYA KEPADA-NYA TEMPAT KEMBALI.

2. WASPADA DAN HATI-HATI SEBAB DI DEPAN ADA JEMBATAN SEMPIT DAN RAPUH YANG SEBENTAR LAGI AKAN RUNTUH. SEBUAH PERINGATAN AKAN ADA “SESUATU” YANG MEMERLUKAN KEHATI-HATIAN DAN KEWASPADAAN.

3. Ada sesuatu yang luar biasa, yang jauh melebihi dari fenomena tersebut adalah, saat seonggok tubuh tanpa ruh, nyata tidak bisa apa-apa dan tidak ada apa-apanya. Bisa bergerak, berpikir, mendengar dan melihat hanya karena ada “RUH” yang asal ruh manusia dari Ruh Ilahi. “Nafahtu min ruuhi”, Aku tiupkan Ruh dari-Ku, sehingga kamu ada. Tidakkah ini luar biasa?

4. Dan sekaligus memberitahukan keberadaanNya supaya tidak hanya sekedar dikenali nama-nama-Nya, bahkan tidak sekedar ciptaaan-ciptaan-Nya, apalagi hanya “fenomena-fenomena”. Namun kenali yang telah menciptakan ini semua, yang menjadikan adanya fenomena-fenomena.

5. Dan sesungguhnya saat ini bumi, langit, alam telah pada titik kultimasi, titik balik atas kejenuhan-kejenuhan perilaku-perilaku manusia yang telah mengabaikan ayat-ayat nyata Allah dan mengabaikan fenomena-fenomena, maka akan ada fenomena-fenomena demikian yang mungkin akan semakin sering, seiring dengan “pengingatan” atas  Keberadaan Mutlak-Nya. FENOMENA PEMURNIAN DAN PEMBERSIHAN.

6. SECERA “KONGRET” TERSIRAT KALIMAT “INNANII ANAA ALLAH, LAA ILAAHA ILLAA ANA, FA’BUDNII WA AQIMISH-SHALAT LI-DZIKRII” (Aku ini adalah Aku Allah, kenali Keberadaan-Ku, (sebab) tidak ada sesutu yang pantas diorientasikan kecuali Aku, supaya kamu dapat mengingati-Ku (dalam keadaan apa saja dalam situasi apa saja, dimana saja, dan sholatlah (aqim adalah tegaknya kehidupan terus menerus dengan mengingati-Ku), menghambalah kepada-Ku. “ILAIHI ANNAHU LAA ILAAHA ILLAA HUWA” (kembali kepada Diri Tuhan itu menyatakan dengan sebenar-benarnya dalam kasunyatan “inisiasi” LAA ILAAHA ILLAA HUWA.

7. DEMIKIAN PULA “adzan” sebab adzan maknanya adalah “seruan” “wa idz ta’adzanna rabbukum” dan saat seruan yang menyerukan keberadaan TuhanMu maka syukurlah (terimalah dengan lapang dada, dengan pikiran jernih dan terbuka, lepaskan ego nafsu aku, berpikirlah rasional dan masuk akal, lepaskan perilaku kaku, jumud, beku, fanatik maka kamu akan terproses dalam nilai mendekat kepada-Nya.

8. Pada akhirnya tergantung masing-masing, bagaimana menyikapi fenomena-fenomena ini. Dan masih banyak lagi fenomena-fenomena yang akan terjadi, apakah hanya akan berhenti pada ketakjuban, keheranan, teriak-teriak histeris, atau diam tidak bergeming, tidak tergerak untuk membuka tabir tirai penutup “Al-Haq min Robbika”. Keberanian mencari dan menerima “SESUATU”.

Hal ini semua hanya berdasar pada Al-Hikmah, semoga dapat diterima dengan lapang dada. Dan mohon maaf atas segala sesuatunya.

Video lengkap Bapak Kyai Tanjung dapat Anda saksikan di channel youtube dengan keyword “Jatayu TV” atau kunjungi link berikut ini:

https://www.youtube.com/channel/UCJbJiufc3P91ySotLnFaHJQ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here