Jangan Kultus! Sesembahan adalah Diri Tuhan Sendiri Dzatullah

0
818
views

Eh… Fathoni “jangan kultus” sesembahan adalah Diri Tuhan Sendiri Dzatullah…

Bapak sama dengan kalian. Bapak hanya menyampaikan atas dasar perintah… Bapak murid yang sak dermo menyampaikan. Difahami bahwa tetap kepada Allah (isiNya Huw) seluruh dasar tawakkal, sabar dan ikhtiyar yang kita lakukan. Hanya saja, Allah tidak menampak, maka membuat wakil supaya menjadi jelas makna kebersandaran dan supaya di dalam perintah. Bahkan pemanggilan-pun bukan menjadi wajib harus “BAPAK”. Yang baku pokok kesadarannya berada di dalam KehendakNya.

Misalnya: saat hamba memohon ampun kepada-Nya, Sang Empu Nama Allah Dzatullah karena menjalankan perintah UtusanNya (Guru Wasithah). Saat kita belajar bekerja supaya dalam nilai ibadah dan tidak sia-sia maka diniatkan menjalankan perintah Allah (hanya karena Allah tidak menampak di permukaan bumiNya maka mengutus WakilNya), sehingga belajar berkarya karena Dhawuh Guru dan ditujukan untuk kembali sehingga selamat kembali kepadaNya, dst.

Memang pembeda kultus dengan bersandar hujahnya adalah ilmu talkin dzikr sehingga tanpa yang berhak dan yang sah wenang menunjukkan “buta”. Tampaknya mendengar, namun tuli. Tampaknya melihat, tapi buta.

Dan keberadaan Wasithah di setiap zaman hakekatnya adalah Keberadaan NurMuhammad. Sebagai perwujudan NurMuhammad HaqqulMubin, NuurulMubin. Namun harus tetap disadari bahwa yang Maha Agung, Yang Maha Mulia, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Mengetahui, adalah Diri Tuhan Sendiri Sang Empu Nama Allah. Ya… isiNya Huw…
Dia yang menjadikan segala sesuatunya ada dan ada Daya dan Kekuatan yaa karena Dia….. dia yg dijadikan tempat tujuan, tempat memohon, tempat kembali, yg selalu diingat-ingat di dalam rasa hati nurani, dilanggengkan dalam keadaan apa saja dan dimana saja.

KYAI TANJUNG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here