KENALI EKSISTENSI “FITRAH” MANUSIA, TANPA DEMIKIAN MAKA BUDAYA..!!!

0
701
views

QS. Ar-Ruum 30. Perihal fitrah yang asal fitrah dari Fitrah Allah Sendiri.

فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗاۚ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَاۚ لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ٣٠

  1. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui

Allah MENGAJARKAN tentang AGAMA FITRAH kepada SEMUA UMATNYA di seluruh dunia sebagai ATURAN dan JALAN YANG TERANG bagi kehidupan umat manusia di dunia dan akhirat. AGAMA FITRAH adalah AGAMA yang mengajarkan tentang kesucian, kedamaian, keselamatan, kasih-sayang, kesabaran, keikhlasan serta berserah diri kepada Tuhan melalui keimanan dan ketaqwaan.  Apapun YG DIAJARKAN ALLAH pasti SEMPURNA, tidak mungkin manusia bisa merubahnya..

FITRAH itulah esensi KEIMANAN seseorang dan sebagai RUH KEISLAMAN seseorang, semua aturan tatanan lahiriyah berdunia yang dilakukan oleh anggota jasad sebagai ATURAN, yang akan berposisi pada wilayah berada di dalam JALAN YANG TERANG, jika telah mengetahui Keberadaan Fitrah tersebut. Fitrah manusia yang hakekat Fitrah manusia dari Fitrah Allah Sendiri.  Bagai air laut yang diletakkan di dalam gelas, maka sifat-sifat air yang berada di dalam gelas akan sama persis dengan sifat-sifat air lautnya, walaupun mungkin perilaku berbeda; bentuknya berbeda; gerakannya berbeda. Dan tentu gelas tidak bisa dikatakan sebagai laut.

Walaupun di dalam diri manusia ada “tiupan ruh Ilahi” nafahtu min Ruhii, yang ruh Ilahi inilah menjadi wujud fitrah manusia, sebab makna fitrah adalah belahan, secuil bagian yang diletakkan di dalam jiwa sebagai anfus manusia. Namun manusia tetap tidak bisa dikatakan sebagai Tuhan. Walaupun sifat-sifat ketuhanan ada didalam diri manusia. Maka SIAPA YANG MENGENALI “ANFUS”NYA MAKA AKAN MENGETAHUI TUHANNYA. Siapa yang mengenal hakekat fitrah manusianya maka akan mengenali Tuhannya.

Dan karena ini pulalah sehingga ada sebutan dosa atau azab; ada pahala ada ganjaran; ada kesesatan, ada kegelapan; ada cahaya ada terang. Melihat sesungguhnya buta, mendengar sesungguhnya tuli dan berbicara sesungguhnya bisu, pandai sesungguhnya jahiliyah; hidup sesungguhnya mati.

Maka Hadapkan pada wajah fitrah Allah, supaya jika sewaktu-waktu masa pakai jasad habis dapat menyatu kembali kepada asal-usul kejadian “ilaihi raji’un”. Hanya jika telah mengenali eksistensi “fitrah” manusia yang hakekat fitrah manusia dari Fitrah Allah Sendiri.

“fa-aqim wajhaka lid-diina hanifa fitratallahi”. Inilah ilaihi raji’un. Condong yang sangat, kecenderungan yang kuat. Sebagai apapun dan sebagai siapapun. Semua aktifitas berdunia: apa yang dilihat, apa yang didengar, apa yang dipikirkan, apapun yang dikerjakan, semuanya didasarkan pada rasa hati nurani yang berfungsi pada “ingatan” kepada “SANG SUMBER KEHIDUPAN”. Ini bagaikan setiap air sungai yang mengalir maka alirannya akan menuju kepada asal-usul kejadian adanya air sungai itu ada. Yakni mengalir ke arah mengarah kepada laut. Menuju kepada titik sumber, asal kejadian sungai.

Manusia belajar; manusia bergerak, manusia beraktifitas, manusia berpikir, manusia berkarya, manusia bekerja karena adanya Ruh Ilahi, nafahtu min ruhii. Keberadaan setiap manusia karena RUH dari-NYA. MUTLAK. Tidak bisa tidak. Maka kesadaran inilah kemudian tersebut menjadi ADDIIN. Adalah kemestian yang harus dilakukan dalam menjalankan beragama. Dan inilah semua nabi dan rasul diutus oleh Allah Swt, untuk menunjukkan jalan kembali kepada Keberadaan Dzatullah yang Allah AsmaNya, supaya dapat di-ingat-ingat didalam rasa hati nurani hamba dalam penghambaannya, supaya selamat menyatakan bahagia dan abadi abadan wajah berseri-seri hanya kepadaNya melihat.

Dan karena “nafahtu min ruhi” karena Fitrah Manusia berasal dari Fitrah Allah Piyambak yang jika “man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa RabbaHu” inilah sehingga ada “konsekuensi” ada sebab akibat dosa dan azab. Siapa yang mengenali Keberadaan Hakekat Fitrah Manusianya, siapa yang mengetahui inti manusianya; siapa yang mengetahui “anfus”nya, siapa yang mengetahui hakekat hidup dan kehidupan karena mengetahui TuhanNya, sehingga mengetahui asal-usul kejadian dan mengetahui tujuan hidup karena mengenali TUHAN yang DITUJU dan dalam kesadaran penghambaan maka ini dikatakan dalam perilaku selamat bi qolbin salim. Beraktifitas apapun dimanapun, dalam kondisi apapun dan bagaimanpun disertai hati mengingat-ingat Al-Ghaybullah, setelah ditanyakan kepada Ahladzdzikr, yang menunjukkan bagaimana “ingat” itu.

Dan sebaliknya manakala tidak mengenali “eksisitensi” diri, tidak mengenali anfus manusianya, tidak mengalir dan menghadapkan wajah pada Wajhullah (atau tidak menghadapkan pada wajah Fitrah Allah) karena tidak mengenaliNya maka bagai air yang tersumbat yang tidak mengalir kemana-mana, malah menjadi sumber bencana, banjir bandang. Maka inilah terkatakan menjadi dosa dan azab. Karena tampak beraktifitas namun, tidak ada yang diorientasikan, sebab tujuan dan orientasi adalah setelah mengetahui dan mengenali “SANG EKSISTENSI” keberadaan Tuhan.

Apapun yang kami sampaikan hanyalah “pengingat” bagi yang berkendak kuat supaya dalam ridha dan maghfirahNya. Ini adalah perihal “imanen” perihal iman dalam persaksian rasa hati nurani dalam persaksian senyatanya. Yang bersifat batiniyah. Sedang yang bersifat lahiriyah syareat berdunia, membangun kemaslahatan, memberdayakan masyarakat lingkungan, tidak dibatasi karena keyakinan dan keimanan, sebab sebagai apapun dan sebagai siapapun dalam kehidupan berdunia berinteraksi dan bersinggungan dengan siapapun dimanapun, adalah menjalankan laku tatanan syareat dan tegakkan addin yakni tidak berpecah belah didalamnya. Ini adalah juga syareat yang harus dan mesti ditegakkan.

Tanjunganom, 2 Maret 2017 / 2 AnNida’ 04 Mhd

Dari yang hanya sak dermo nuhoni Dhawuh

 

Moh. Sulaiman Kurdi Tanjung Alfaqiri Abdullah

 

VIDEO SELENGKAPNYA

 

Tonton video Kajian AnNbuwwah lainnya pada channel youtube “Jatayu TV”

https://www.youtube.com/channel/UCJbJiufc3P91ySotLnFaHJQ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here