Bagaimana Kontektualisasi Beragama Anda??? Bagian 2

0
622
views

Tulisan ini hanya ilustrasi-ilustrasi.
Belum saatnya-kah kita berpikir jernih, bukankah Allah telah menciptakan akal untuk berpikir rasional, berpikir masuk akal. Sesuai dengan kaidah-kaidah penciptaan.
Akibatnya pelaku pengamal beragama telah memasuki fase mati suri, betapa banyak orang beragama (entah apapun agama yang dianut dan dipeluknya), namun pada kenyataannya banyak yang tidak mengenal agamanya dengan sebenarnya, hal ini dikarenakan agama (sepertinya) telah diyakini sebagai “legenda” semata. Sesuatu yang tidak real. Tidak aplikatif, tidak kontekstual. Tidak rasional dan tidak masuk akal. BENARKAH BEGINI???

Tuhan dipersepsikan seperti orang tua atau bos. Sehingga dikonsepsikan, “asal bapak senang” saat di tempat ibadah, saat di lingkungan ritual kita berbaik-baik, di khusyu’-khusyu’kan, namun jika diluar itu semua, “semau gue”. TUHAN DILETAKKAN DIDALAM ALMARI BRANGKAS. BENARKAH BEGINI???

Karena faktanya para agamawan tidak bisa membuktikan janji-janji manisnya, ditunjang dengan perilaku para tokohnya yang sering berseberangan dengan sesama tokoh agama dan berseberangan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Benarkah begini??? Sehingga ilmu agama dan ilmu sosial serta ilmu teknologi tampak terpisah dan dipisahkan sedemikian rupa, sehingga agama benar-benar kuno, berbicara sejarah, dan bersifat legenda. Sedang urusan kematian dengan segala perhitungannya adalah urusan nanti. Apa bedanya dengan janji-janji politik. BENARKAH BEGINI???

Beragama telah ditempatkan tidak selayaknya, yaitu sebagai kelompok dan golongan, dan klaim pengakuan dan berbangga-bangga, arogan, kesombongan, menjatuhkan, melecehkan, menghujat. Agama sepertinya diidentikkan sebagai golongan dan partai. BENARKAH BEGINI???.

Penempatan Pengetahuan sosiologi, ekonomi, fisika, kimia, ilmu kedokteran, ilmu pengobatan, pertanian, perkebunan dll, (difahami) sebatas ilmu dunia, tidak diorientasikan menjadi bagian dari ilmu Tuhan, sedang ilmu agama berarti ilmu akherat, dibatasi hanya pengetahuan mengenai tajwid, mengenai waris, halal-haram, penjelasan mengenai sholat puasa, zakat dan haji, dan yang sejenisnya. BENARKAH BEGINI???!!!

Perilaku agama dan akan berpahala hadiahnya masuk surga adalah jika terus-menerus membaca Al-Kitab, terus menerus berdiam di dalam masjid, ziarah kubur, tahlilan, manakiban, istighasahan, dan lain sebagainya. Sedang perilaku dunia adalah bekerja, berkarya, berinovasi, bertani, berdagang, mengerjakan proyek, dan dalam realitas kehidupan tidak boleh disatukan. Benarkah begini???

Sepertinya memberikan gambaran: bahwa berhubungan dengan Tuhan hanya jika berkaitan dengan kematian, ganjaran surga, penghakiman, neraka, haram halal, najis, bid’ah. Berisi janji-janji yang jurkamnya adalah para da’i, kyai, ulama, pendeta, dan tokoh-tokoh agama. Sehingga saat seseorang tahu-tahu ngomong hal demikian, langsung disebut da’i. Benarkah Begini???!!!

TONTON VIDEO SELENGKAPNYA DI YOUTUBE CHANNEL “JATAYU TV”

Jatayu TV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here