Bagaimana Kontektualisasi Beragama Anda??? Bagian 1

0
916
views

Tulisan ini hanya ilustrasi-ilustrasi Pelaku pengamal Beragama telah memasuki fase mati suri, betapa banyak orang beragama (entah apapun agama yang dianut dan dipeluknya), namun pada kenyataannya banyak yang tidak mengenal agamanya dengan sebenarnya, hal ini dikarenakan agama (sepertinya) telah diyakini sebagai “legenda” semata. Sesuatu yang tidak real. Tidak aplikatif, tidak kontekstual. BENARKAH BEGINI???

Agama sudah ter“plot” hanya berhenti pada hal-hal retorika, pakaian, simbol-simbol, plakat-plakat, permasalahan ritualitas formalitas semata. Dan identik hanya perihal pahala, ganjaran surga dan neraka, yang hanya berposisi pada maqom “jungkir balik” jengkang jengking dan meninggal dunia, ini-pun masih diperpanjang dengan “masa tunggu” untuk di tanya, ngewot di jalan “LURUS??” dan menunggu hari kebangkitan bersama-sama yang entah kapan secara kurun waktu. BENARKAH BEGINI???.

Saat meninggal dan setelah dikubur, Allah mengutus Malaikat Munkar dan Nakir (entah apa alasannya, wong Tuhan Maha Dekat dan Maha mengetahui), dan bertanya, “Man Rabbuka?”,siapa namamu. Nama bisa diubah-ubah. “Sopo jenengmu??” nama kecil apa nama besar, nama sebelum haji apa setelah haji, nama KTP atau nama artis, nama panggilan atau nama julukan. BENARKAH BEGINI???

Sedang ilmu pengetahuan, dan teknologi serta wawasan dan wacana begitu subur berkembang maju yang (sepertinya) telah melampau konsep beragama yang tampak tertinggal. BENARKAH BEGINI???.

Saat bertuhan (ritual formalitas) tidak berkaitan dengan aktifitas berdunia. Dan saat berdunia, Tuhan ditanggalkan. Maksudnya Tuhan hanya sebagai tempat laporan semata, perintah Tuhan hanya berhubungan dengan hal-hal yang ritual. Kalau ritual formal dijalankan berarti benturan, perkelahian, saling jegal saling mengolok adalah bukan bagian dari bertuhan. BENARKAH BEGINI???

Dan saat berdunia (bekerja, bersosial, bermasyarakat, mencari pengetahuan dan wawasan) adalah hal yang sama sekali tidak berhubungan dengan Tuhan kecuali, hanya jika mengenai pengetahuan perihal wawasan agama (ilmu agama??), dan kalau ritual ibadah formal dipenuhi, maka Tuhan akan melancarkan urusan berdunianya. Kaya sebab ibadahnya, masuk sekolah favorit karena ibadah dan puasanya, harta benda berlimpah karena zakatnya… dan seterusnya. BENARKAH BEGINI???.

Kalaupun ada yang menyatukan, beragama ditempatkan sebagai elemen kepentingan: diri, kelompok,golongan, partai dan lain sebagainya. Tuhan dijadikan sebagai mesin keberuntungan…BENERKAH BEGINI???

TONTON VIDEO SELENGKAPNYA DI YOUTUBE CHANNEL “JATAYU TV”

Jatayu TV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here