PERINGATAN TERAKHIR (DENGAN FIRMANNYA : ” IDZA JAA’A AMRUNA WA FAARATTANUURU “, APABILA DATANG PERINGATAN KAMI DAN DAPUR TELAH MEMANCAR AIR)

0
1083
views

            Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, Al-Hakim dan Al-Dzahabi Rasulullah bersabda bahwa mitsluka al-aimmati min waladika ba’da mistlu safinati Nuuhin, man rakibaha najaa waman takhallaqa ’anhu ghariqa…….

Artinya ”kamu (Ali) dan para Imam (yang gilir gumantinya tidak akan pernah terputus sama sekali sampai kiyamat nanti, yaitu putra-putraku) yang datang dari sulbimu sesudahku persis bagaikan perahu (nabi) Nuh, siapa yang naik di atasnya selamat dan siapa yang menolak, tenggelam”.

Kini Imam yang dikehendaki Ilaahi yang tetap tegak dengan ajaran Allah tentang Al-Kitab, Al-Hikmah dan An-Nubuwah untuk mengembalikan Hak MutlakNya Allah dan hak-hak Junjungan Nabi Muhammad SAW pada tempatnya semula, di akhir zaman ini, oleh Junjungan Nabi Muhammad SAW diberi sebutan (Imam) Al-Qaim Al-Mahdi.

Tegak dengan senjata Nubuwah Syamsiyah yang dilambangkan dengan sebutan Asy-syi’’atun (sama sekali bukan Syi’ah), yang padanannya Dhiya’usysysamsi. Yakni Cahaya Matahari.

Memancarkan ”Cahaya Ilmu Nubuwah: kepada hamba Allah yang dikehendaki dengan hidayahNya ke dalam dada supaya dapat mencahaya dengan Nur Muhammad (dengan Cahaya TerpujiNya Dzat Yang Mutlak WujudNya)

Dengan ini menyampaikan perintah terakhir.

Setelah membaca tanda-tanda yang diberikan Allah sebagaimana tanda-tanda yang telah diberikan Allah kepada Nabi Nuh dengan firmanNya.

                                              (Q.S Huud 40)

”Hingga apabila perintah Kami datang dan  dapur telah memancarkan air, Kami perintahkan: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang, dan keluargamu kecuali orang yang dahulunya telah ditetapkan terhadapnya (tetap dalam keadaan kekufuran dan mendustakan) dan muatkanlah pula orang-orang yang beriman.” Dan tidak beriman bersamanya kecuali sedikit”.

Perahu di zaman Nabi Nuh benar-benar berbentuk perahu dan papan dan paku. Perahu di zaman al-Qaim Al-Mahdi adalah Gerakan Jamaah Lil-Muqorrobin. Paku yang memperkokoh  tegak berdirinya imam dan taqwanya adalah : Laa biwushulin ilaihi illa bi waasithatin.

Papanya adalah adalah tempat-tempat berjamaahnya para warga Gerakan Jamaah lil-Muqorrobin yang dengan setia dan seia sekata memenuhi sumpahnya dan janjinya.

Tanjung, 19 Juni 2007

IMAM

GERAKAN JAMAAH LIL-MUQORROBIN

 

MUHAMMAD MUNAWWAR AFANDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here