Bpk. Kyai Tanjung – ” Syukur Bukanlah Perkara Perut !!! “

0
662
views

Assalamu’alaikum Warohmatullahi wabarakatuhu.
Silahkan menghubungi pada nomor-nomor berikut di bawah ini:
Sederek, sedulur, saudara yang terhormat, semoga kita semua dalam AmpunanNya, dan ditarik dengan Fadhal dan RahmatNya. Dan kami atas nama tim jatayu juga memohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan-khilafan kami, juga dari “Beliau” bapak kyai Tanjung juga menyampaikan hal sama.
Contact Person:
082337643333 (sdr imron Ali); 085257725608 (sdr Mustofa); 085233593588 (sdr M. Fuad Hakimuddiin); 085232912963 (kantor pusat)
Email: jatayu002@gmail.com ; jatayu200915@gmail.com

Lihat Video lainnya di youtube channel ” jatayu tv”
https://www.youtube.com/channel/UCJbJiufc3P91ySotLnFaHJQ

Kepada semua “PEMIRSA” JATAYU TV, yang sangat kami harapkan (dari petunjuk Guru kami)..
Membangun sosial kemasyarakatan dalam ranah kebersamaan, kekeluargaan, bebarangan. Dengan perilaku saling memaklumi, saling memahami, saling membantu, saling tulung-tinulungan, sebab semua perilaku berdunia yang berdimensi lahiriyah ini adalah bagian dari tatanan syareat, tatanan berdunia. Bagi kami tatanan berdunia sebagai tatanan syareat akan menjadi berdimensi akherat berdimensi pada wilayah ke akheratan sangat tergantung dari niat dan tujuan serta (utamanya) apa yang ditetapkan didalam hatinya, sebab orientasi tujuan yang dijadikan “tetapan” hati ini sangat-sangat bersifat pribadi masing-masing. Orang lain tidak ada hak menilai, karena memang tidak bisa menilai, siapa yang mengetahui “isi” hati seseorang.
Dalam kehidupan berdunia dengan segala aktifitas. Dalam menjalankan keberagamaan secara prinsip:
– Ada dalam niat dan tujuan (yang berpengaruh terhadap “kesucaian dan kemurniannya)
– Ada perilaku akhlak dan adab (ini adalah juga menjadi bagian dari tatanan syareat lahiriyah. Setiap orang memiliki “hadapan” wajah kiblatnya masing-masing. kewajiban berbuat kebajikan “fastabiqul khoirot” dan dunia adalah ladang akherat)
– Ada perilaku syareat tatanan ritualitas ibadah (Intinya bukan pada bentuk ritualitas tersebut, namun intinya adalah apa yang ditetapkan didalam hati, apa yang dituju didalam hati, apa yang diingat-ingat didalam hati. Maka sholat dilakukan namun tidak dalam dzikr, hati mengingat “KEBERADAAN” Diri Tuhan diancam “celaka” dan didalam kecelakaan.
– Ada perilaku syareat tatanan berdunia, semua orang, apapun agamanya, apapun budayanya, apapun kepercayaannya, dan bagaimanapun seseorang dalam memahami semua melakukan aktifitas berdunia (bumi, air, udara, samudra, langit, dan selurus jagat raya, keberadaan manusia, dan makhluk hidup di dalam bumi, di atas bumi. Semuanya. Adalah ayat-ayat Allah. Sehingga berbuat, bekerja, dan beraktifitas berdunia apapun bagaimanapun. Sebagai apapun dan sebagai siapapun supaya tidak sia-sia dan bernilai ibadah. (seharusnya) Ini adalah sebagai ajaran dan keberagamaan.
– Manusia ada unsur elemen lahiriyah dan elemen batiniyah. Ada mikrokismin ada makrokismis. Yang dhahir bersyareat layaknya normal, membangun kebaikan, kebersamaan, kedarmaan, membangun kasih, ikatan kekeluargaan, saling menghargai dan menghormati, sedang yang batin berada didalam “INGATAN” dzikrullah. Ini yang ditetapkan didalam hati nurani. Maka ada ayat tanyaknalah “bagaimana” dzikr” itu, dan tanyakan kepada ahli dzikr jika kamu tidak mengetahui bagaimana cara “ingat” itu. Dzikr yaa dzikr, membaca ya.. membaca. Ilmu dzikr yaa ilmu dzikr dengan alimul Ghaybi dan al-kitab yaa alkitab termasuk Al-Qur’an
– Semua ajaran para Nabi dan para Rasul “sang Utusan” adalah adalah ketentraman, kedamaian, kemerdekaan sejati yang bersifat murni, maka ada ajaran inti yakni mengenalkan hakekat kemanusiaan. Hakekat inti asal fitrah manusia yang asal fitrah manusia dari Fitrah Tuhan. Sehingga ada ayat, apakah kamu tidak menyelami apa yang berada didalam diri kamu mengenai “anfus” kamu sebagai fitrah itu… (Q.S Ruum 7-8.
– Didalam batin ada pintu rahmah (titik temu fitrah manusia dengan Fitrah Tuhan Sendiri, sebagai jalan pulang kambali supaya selamat).
– Tidak dalam prasangka, sebab prasangka tidak menyentuh “al-Haq sedikitpun.
– AJARAN MENGEMBALIKAN UNSUR KEJADIAN MANUSIA SUPAYA DIDALAM KESELAMATAN LAHIR DAN BATIN (sebagai siapapun dan sebagai apapun “normal” selayaknya kita hidup berdunia, namun hatinya ada didalam dzikrullah)
Diterima amal ibadahnya oleh Tuhan Dzat Yang Maha Menerima, Yang Ar-Rahman Yang ArRahim adalah Hak Mutlak Allah, “orang” siapapun ia, tidak ada hak menilai, dan kami“sungguh” tidak mengurangi rasa maklum kami, rasa menghargai kami, rasa menghormati kami, dan tidak mengurangi kami dalam berinteraksi dengan siapapun… sebab perihal batin dan kebahagiaan, ketentraman yang sejati, mengalami hakekat kehidupan adalah hak masing-masing individu… urusan dunia, akan diniatkan sebagai apa terserah masing-masing…
Selamat, menyelami kehidupan dengan beraktifitas.
tim JATAYU TV
Wassalamu’alaikum Warohmatullahi wabarakatuhu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here