Bpk. Kyai Tanjung – ” Surga??? Nanti Dulu… Layakkah!!! “

0
1002
views

Assalamu’alaikum Warohmatullahi wabarakatuhu.
Silahkan menghubungi pada nomor-nomor berikut di bawah ini:
Pemirsa JATAYU TV yang terhormat, yang diRahmati Allah, semoga kita semua dalam AmpunanNya, dan ditarik dengan Fadhal dan RahmatNya. Dan kami atas nama tim jatayu juga memohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan-khilafan kami, juga dari “Beliau” bapak kyai Tanjung juga menyampaikan hal sama.
Contact Person:
082337643333 (sdr imron Ali); 085257725608 (sdr Mustofa); 085233593588 (sdr M. Fuad Hakimuddiin); 085232912963 (kantor pusat)
Email: jatayu002@gmail.com ; jatayu200915@gmail.com

Lihat Video lainnya di youtube channel ” jatayu tv”
https://www.youtube.com/channel/UCJbJiufc3P91ySotLnFaHJQ

Kepada semua “PEMIRSA” JATAYU TV.
Kesadaran atas Elemen unsur asal kejadian manusia adalah “kunci” pembuka spiritualitas untuk menjadi manusia seutuhanya. Yang ranah lahir dan yang ranah batin. Semuanya diislamkan, semuanya diselamatkan. Para Nabi dan para Utusan membawa ajaran “inti” perihal tauhid. Bagaimana seharusnya bertauhid supaya dalam “kemakrifatan” sebab awal mulanya adalah “firman”. Pangkal pokok agama adalah makrifat.
Terjadinya rumahtangga dengan pasangan hidup awal mulanya adalah “kenal” berangkat dari mengenal inilah keharmonisan, kedamaian serta ketentraman diharapakan terwujud. Tanpa diawali “mengenal” adalah kemustahilan membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah war rohmah. Demikian pula membangun kerajaan Tuhan dalam rumah tangga ilahiyah rubbubiyah. Keberadaan Rasul atau Sang utusan inilah sebagai “PENGHULU” yang menjadikan sahnya sebuah magligai rumah tangga. Sehingga semua aktifitas yang dilakukan, setelah ketetapan hati atas Keberadaan DIA, Yang Maha Wujud, Dia Yang Maha Mutlak Keberadaan Al-GhaybNya, Dia yang ditetapkan didalam rasa hati nuraninya.
Bagi kami, JATAYU tatanan berdunia sebagai tatanan syareat akan menjadi berdimensi akherat berdimensi pada wilayah ke akheratan sangat tergantung dari niat dan tujuan serta (utamanya) apa yang ditetapkan didalam hatinya, sebab orientasi tujuan yang dijadikan “tetapan” hati ini sangat-sangat bersifat pribadi masing-masing. Orang lain tidak ada hak menilai, karena memang tidak bisa menilai, siapa yang mengetahui “isi” hati seseorang.
Dalam menjalankan keberagamaan secara prinsip:
– Niat dan tujuan yang ditetapkan (yang berpengaruh terhadap kesucaian dan kemurniannya)
– Perilaku akhlak dan adab (ini adalah menjadi bagian dari tatanan syareat lahiriyah. kewajiban berbuat kebajikan “fastabiqul khoirot” dan dunia adalah ladang akherat)
– Ada perilaku syareat tatanan ritualitas ibadah (Intinya bukan pada bentuk ritualitas tersebut, namun intinya adalah apa yang ditetapkan didalam hati, apa yang dituju didalam hati, apa yang diingat-ingat didalam hati. Maka sholat dilakukan namun tidak dalam dzikr, yakni hati mengingat “KEBERADAAN” Diri Tuhan maka, diancam “celaka” dan didalam kecelakaan).
– Ada perilaku syareat tatanan berdunia, (belajar, bekerja, berkarya, berinovasi, berproduksi (seharusnya) Ini adalah sebagai ajaran dalam keberagamaan, manakala diniatkan untuk “ibadah”, dan bernilai ibadah selayaknya sholat, puasa, berzakat dan berhaji bagi yang mempu.
– Manusia ada unsur elemen lahiriyah dan elemen batiniyah. Yang dhahir bersyareat normal selayaknya kehidupan dijalani, membangun kebaikan, kebersamaan, kedarmaan, membangun kasih, ikatan kekeluargaan, saling menghargai dan menghormati, sedang yang batin berada didalam “INGATAN” dzikrullah. Ini yang ditetapkan didalam hati nurani. Jika tidak demikian atau hanya bersyareat ritualitas lahriyah namun kosong dalam “ingatan” hati nurani.
– Maka ada ayat tanyaknalah “bagaimana” dzikr” itu, dan tanyakan kepada ahli dzikr jika kamu tidak mengetahui bagaimana cara “ingat” itu. Dzikr adalah ingatan rasa hati kepada Keberadaan Sang Empu Nama Tuhan.
– Semua ajaran para Nabi dan para Rasul “sang Utusan” adalah adalah ketentraman, kedamaian, kemerdekaan sejati yang bersifat murni, maka ada ajaran inti yakni mengenalkan hakekat kemanusiaan. Hakekat inti asal fitrah manusia yang asal fitrah manusia dari Fitrah Tuhan. Sehingga ada ayat, apakah kamu tidak menyelami apa yang berada didalam diri kamu mengenai “anfus” kamu sebagai fitrah itu… (Q.S Ruum 7-8.
– Didalam batin ada pintu rahmah (titik temu fitrah manusia dengan Fitrah Tuhan Sendiri, sebagai jalan pulang kambali supaya selamat).
– Tidak dalam prasangka, sebab prasangka tidak menyentuh “al-Haq sedikitpun.
– AJARAN MENGEMBALIKAN UNSUR KEJADIAN MANUSIA SUPAYA DIDALAM KESELAMATAN LAHIR DAN BATIN.
Diterima amal ibadahnya oleh Tuhan Dzat Yang Maha Menerima, Yang Ar-Rahman Yang ArRahim adalah Hak Mutlak Allah, “orang” siapapun ia, tidak ada hak menilai, dan kami “sungguh” tidak mengurangi rasa maklum kami, rasa menghargai kami, rasa menghormati kami, dan tidak mengurangi kami dalam berinteraksi dengan siapapun… sebab perihal batin dan kebahagiaan, ketentraman yang sejati, mengalami hakekat kehidupan adalah hak masing-masing individu… urusan dunia, akan diniatkan sebagai apa terserah masing-masing…

Tim JATAYU TV
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here